Pegawai Pertanian Ngadu Wabup Irwan “TPP Tak Cair”

156 views
banner 468x60)

banner 468x60)
para PPL dan Medik Veteriner saat ditemui langsung oleh Wabup Irwan Bachtiar Rahmat

Foto: para PPL dan Medik Veteriner saat ditemui langsung oleh Wabup Irwan Bachtiar Rahmat. (Ifa)

KABARRAKYAT.ID – Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) tak cair, puluhan pegawai  fungsional Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bondowoso mengadu ke Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, Selasa (21/5/2109).

Mereka terdiri dari Petugas Penyuluh Pertanian, baik PNS maupun Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) dan petugas Paramedik, serta Medik Veteriner yang tergabung dalam dua organisasi, yakni Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) dan Paramedik veteriner Indonesia (Paveti).

Ahmad Bahrul Munir, Anggota Perhiptani menyampaikan, bahwa kehadiran mereka untuk mempertanyakan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) yang selama 4 bulan terakhir ini belum cair. Bahkan sebelumnya, pihak PPL dan Medik Veteriner telah berkomunikasi dengan Disperta. Namun tidak ada respon. Oleh karena itu, pihaknya memohon bantuan komunikasi kepada Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat untuk percepatan pencairannya.

“Bahwa memang kenyataanya Dipsertan untuk realisasi tunjangan penghasilan mulai Januari hingga saat ini, itu belum ada realisasi sama sekali,” ungkapnya didampingi oleh Ketua Perhiptani Bondowoso, Munasim di Wisma Wabup.

Di samping itu, Bahrul Munir mengatakan bahwa pihaknya juga turut menyampaikan terjadinya disparitas nominal yang signifikan antara TP pada Pejabat Struktural dengan Pejabat Fungsional.

Dalam releasenya digambarkan bahwa untuk kelas jabatan setara dalam pejabat struktural dengan kelas jabatan 4 (Setara golongn II) mendapatkan TP sebesar Rp 1,125 juta. Sedangkan jabatan fungsional penyuluh pertanian pelaksana pemula (juga setara dengan golongan II) dengan job value 570-770 mendapatkan TP sebesar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Oleh karena itu, kami mohon ke Pak Wabup supaya kesenjangan yang begitu sangat kelihatan  itu bisa dicarikan solusi, jalan tengah. Sehingga tidak terjadi disparitas angka, yang itu menyebabkan kecemburuan sosial. Dan itu tidak baik untuk kestabilan pemerintahan,” imbuhnya.

Terpisah, Dwi Wardana, Kepala Dinas Pertanian Bondowoso, mengatakan, tak tahu menahu atas penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh PPL dan Medik veteriner. Namun demikian, diakuinya bahwa Dispertan telah memberikan penjelasan kepada seluruh PPL dan Medik veteriner. Hanya saja, diperkirakan oleh Dwi, penjelasan tersebut tidak sampai pada para pekerja di lapangan.

“Tidak tahu saya (Red : Penyampaian aspirasi),” katanya pada awak media.

Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, usai menemui PPL dan Medik Veteriner mengatakan, pihaknya akan segera melakukan rasionalisasi. Tentu dengan melihat peraturan-peraturannya.

“Bagaimana pun kita harus meningkatkan kesejahteraan pegawai untuk menaikkan kinerja. Ya tidak apa- apalah (Red: Kadis tak tau perihal penyampaian aspirasi), tidak akan ada sanksi,” pungkasnya.

Reporter : Ifa

Editor : Choiri

banner 468x60)

#bondowoso maju #Dinas Pertanian Bondowoso #pegawai  fungsional Dinas Pertanian #Tunjangan Tambahan Penghasilan

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply