Pejabat Tidak Usah Takut Serap Anggaran, Polisi Utamakan Tindakan Pencegahan Korupsi

  • Whatsapp
Kapolres Probolinggo Kota AKBP.Ambaryadi Wijaya saat menyampaikan komitmen pencegahan korupsi di Pendopo Kab.Probolinggo,Selasa(10/3/2020).
Kapolres Probolinggo Kota AKBP.Ambaryadi Wijaya saat menyampaikan komitmen pencegahan korupsi di Pendopo Kab.Probolinggo,Selasa(10/3/2020).

KabarRakyat – Penyerapan anggaran pemerintah terkait anggaran Desa , anggaran organisasi perangkat daerah (OPD), banyak yang belum maksimal. Hal ini menyebabkan proses pembangunan di daerah lambat dan tidak maksimal. Rasa takut yang berlebihan disatuan kerja salah satu penyebab lamban-nya pergerakan percepatan pembangunan di daerah . Demikian dipaparkan Kapolres Probolinggo Kota AKBP. Ambaryadi Wijaya dihadapan 335 Kepala Desa/Kelurahan se-Kabupaten Probolinggo, Selasa (10/3/2020).

Implikasi hukum terhadap pemanfaatan dana menjadi momok menakutkan bagi penyelengara pemerintahan. Rasa takut berlebihan ini menurut Kapolres Probolinggo Kota AKBP. Ambaryadi Wijaya, tidak perlu. Sebab kata mantan penyidik reserse krimsus Polda Jatim ini jika penyerapan anggaran sesuai dengan spesifikasi dan peruntukan pejabat tidak usah diliputi ketakutan.

Read More

” Tugas kepolisian, hari ini berkonitmen tidak mencari-cari kesalahan terkait dugaan korupsi, kecuali operasi tangkap tangan. Sebagaimana amanat president Joko Widodo tindakan preventif melalui pengawasan dalam bentuk koreksi ketika menemukan kesalahan dalam pengelolaan anggaran. Jadi bapak-ibu tidak usah takut ketika polisi atau jaksa melakukan pemeriksaan. Manakala permintaan perbaikan tidak diindahkan tentu konteksnya proses hukum”, kata AKBP.Ambaryadi Wijaya, saat memberikan materi di acara reses anggota Komisi IV DPR RI Drs.H.Hasan Aminuddin.

Ambaryadi juga mendorong percepatan pembangunan melalui penyerapan anggaran Desa dan OPD melalui program yang telah direncakan. ” Aplikasi pemanfaatan anggaran Desa dan OPD akan menyerap lapangan kerja di pedesaan. Ini akan menciptakan kondusifitas kantibmas ketika masyarakatnya terlibat kegiatan positif”, tandas pria asli Banyuwangi ini.

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *