Senin, Januari 18, 2021
Beranda HOT NEWS Pelatihan Pendampingan Anak Disabilitas Libatkan Ahli dari Surakarta

Pelatihan Pendampingan Anak Disabilitas Libatkan Ahli dari Surakarta

REPORTERRudi Sukamto
Kegiatan peringatan Hari Disabilitas dibuka Ketua TP. PKK Trenggalek Novita Hardini; “Pelatihan ini bentuk dorongan dan suport kami agar orang tua memiliki anak berkebutuhan khusus paham cara menangani baik dan benar”.

KABAR RAKYAT – Pelatihan pendampingan anak berkebutuhan khusus dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional 2020 dilaksanakan di di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Manggala Praja Nugraha, pada Rabu (16/12/2020).

Kegiatan dilaksanakan Dinas Sosial kerjasama bareng Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) “Prof. Dr. Soeharso” Surakarta. Dibuka oleh Ketua TP. PKK Trenggalek, Novita Hardini.

Kesempatan itu Novita menyampaikan pelatihan khusus ini untuk suport kepada orang tua yang punya anak berkebutuhan khusus.

“Pelatihan ini sebagai bentuk suport dan dorongan dari kami, terutama bagi para orang tua yang memiliki anggota keluarga yang berkebutuhan istimewa. Kedepan harapannya para orang tua lebih berdaya dan lebih terasah serta lebih sayang lagi,” jelas Novita.

Novita
Usai membuka kegiatan Pelatihan Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus. Ketua TP PKK Trenggalek Novita Hardini diwawacara wartawan.

Dinas Sosial gandeng tenaga ahli dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Surakarta.

Ratna Sulistyowati Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Trenggalek menambahkan kedepan, orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus diharapkan dapat melakukan terapi yang rutin bagi buah hatinya.

“Pelatihan ini orang tua anak menjadi lebih paham tentang cara mentreatment (pengobatan). Sebab anak yang berkebutuhan khusus, harus terus menerus dilakukan terapi,” jelas Ratna Sulistyowati.

Jika anak hanya diberikan edukasi dan terapi di rumah sakit, tentunya butuh biaya dan waktu lama. “Peran orang tua sangatlah penting dan orang tua bisa melakukan terapi secara mandiri di rumah,” pungkas Ratna.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca