Pelatihan Saksi Pemilu Sepi, Bawaslu Bingung

225 views
banner 468x60)
Ijen Isun Village yang mestinya dipenuhi peserta pelatihan saksi peserta pemilu 2019 justru sepi. Terlihat Divisi Pengawasan Panwascam Giri, Irham Kusuma, sedang melakukan koordinasi.

Ijen Isun Village yang mestinya dipenuhi peserta pelatihan saksi peserta pemilu 2019 justru sepi. Terlihat Divisi Pengawasan Panwascam Giri, Irham Kusuma, sedang melakukan koordinasi.

KABARRAKYAT.ID – Hari pertama pelatihan saksi peserta pemilu 2019 sepi peserta. Bawaslu Banyuwangi, Jawa Timur, selaku penyelenggara pun bingung.

Potret itu terlihat di Ijen Isun Village Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, tempat pelatihan saksi Kecamatan Giri. Kursi yang telah ditata panitia dari Panwascam Giri kosong melompong.

Tak satupun peserta pelatihan yang datang. Nara sumber yang hendak mengisi materi lunglai di kursi. Divisi Pengawasan Panwascam Giri, Irham Kusuma, terlihat mondar mandir dengan raut muka tegang.

“Sesi pertama para saksi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun mereka tidak ada yang hadir. Barusan kita koordinasi dengan PAC PKB Giri malah tidak tahu,” ungkapnya kepada wartawan.

Sesuai jadwal, pelatihan bagi para saksi di tempat pemungutan suara (TPS), digelar selama tiga hari. Jadwal itu dimulai 10,11,13 April 2019. Tiap sesi berdurasi 4 jam.

“Untuk hari pertama sesi pagi giliran PKB. Sesi kedua yang dihelat lepas Dzuhur giliran dari saksi Golkar. Total peserta 174 orang dengan rincian kedua parpol masing – masing 87 saksi,” katanya, Rabu (10/4/2019).

Ternyata, pelatihan saksi hari pertama yang sepi peminat terjadi di beberapa kecamatan. Selain Giri, Glagah dan Kabat juga melaporkan hal serupa. Menurut Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia Bawaslu Banyuwangi, Hasyim Wahid, PKB telah mengirim surat pemberitahuan tidak mengirimkan saksi diacara pelatihan.

“Surat baru kita terima hari ini. Sesuai jadwal di hari pertama PKB mengikuti pelatihan di tujuh kecamatan. Untuk Golkar lima kecamatan. Informasinya saksi dari Partai Golkar akan datang namun jumlahnya tak maksimal,” beber Hasyim saat melakukan peninjauan di Ijen Isun Village bersama Ketua Bawaslu Banyuwangi, Hamim.

Kejadian ini sangat disayangkan. Sebab penyelenggaraan pelatihan saksi dibiayai oleh negara. Jika peserta tidak hadir otomatis berpengaruh bagi panitia.

“Tempat, makanan dan minuman yang sudah kita siapkan tak bisa dibatalkan. Kalau peserta tidak hadir jadi mubazir,” sesalnya.

Agar tetap bermanfaat, Bawaslu telah berkoordinasi dengan Panwascam selaku penyelenggara tehnis untuk membagikan nasi kotak yang dipesan ke panti asuhan, panti jompo serta tukang becak.

“Ada yang konfirmasi terlanjur order 300 nasi kotak. Lha kalau yang dilatih tak hadir jadi sia – sia,” pungkasnya.

Jumlah saksi seluruh Kabupaten Banyuwangi berjumlah 12.912 orang. Ini berasal dari 8 partai politik peserta pemilu 2019. Kedelapan partai tersebut antara lain PAN, Golkar, Gerindra, PKB, PBB, Berkarya, Nasdem, dan Perindo. PDIP sebagai partai besar pengusung capres 01 tidak menyerahkan data saksi ke Bawaslu bersama 7 parpol lain.

Reporter : DN/Setiawan

Editor  : Setiawan

banner 468x60)

#Bawaslu #pelatihan saksi pemilu #Pemilu 2019

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply