Pembinaan Olahraga di Bondowoso Menuai Kritik Mantan Atlit

58 views

KabarRakyat.ID – Olahraga menjadi gaya hidup masyarakat yang bisa dilakukan oleh semua kalangan dan usia. Sehingga keberadaan lembaga yang menaungi olah raga di suatu daerah sangat penting dan dibutuhkan masyarakat agar kegiatan olahraga tetap terus berkesinambungan secara baik.

Di Kabupaten Bondowoso kegiatan olahraga sudah ditangani dengan baik oleh Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olah Raga serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang menjadi leading sektor. Namun, beberapa pegiat olahraga mengkritisi peran mereka yang dinilai kurang maksimal dalam memberikan pembinaan kepada atlet di beberapa cabang olahraga.

Salah satunya kritikan berasal dari Jumadi, seorang mantan atlet petinju nasional Bondowoso yang pernah mewakili Jawa Timur di kejuaraan tingkat nasional pada tahun 1986 lalu. Menurutnya, di Bondowoso banyak atlet berpotensi terutama di olahraga tinju. Namun faktor pembinaan yang kurang maksimal menyebabkan kendala pada perkembangan olahraga tersebut.

“Namun pada ujung-ujungnya tidak ada motivasi ke depan,” kata Jumadi kepada RRI, Senin (23/9/19).

Untuk itu dia berharap pada pemerintah daerah agar atlet-atlet tinju di Bondowoso lebih diperhatikan lagi. Karena sejak tahun 1986 sampai sekarang tidak pernah ada peran serta pemerintah di bidang olahraga tinju.

” Saya pernah menjadi juara terbaik se Jawa Timur pada Kejurda tahun 1986 dan pernah dikirim Kejurnas ke Bandung. Sejak saat itu, pertinjuan Bondowoso vakum. Ya alhamdulillah Pak Slamet selaku ketua Pertina Bondowoso dua tahun kemudian mulai babat lagi,,” kenangnya.

Sebagai mantan atlet tinju nasional, dia berharap pemerintah daerah merespon keluhan tersebut agar atlet-atlet di Bondowoso terutama di bidang olahraga tinju bisa bangkit kembali.

Reporter : ifa

Editor : Setiawan

banner 970x90









Loading...

#atlet tinju #bondowoso #pembinaan olahraga

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply