Rabu, November 25, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Pemerintah Banyuwangi Sosialisasi Inovasi Administrasi Kependudukan Online

Pemerintah Banyuwangi Sosialisasi Inovasi Administrasi Kependudukan Online

REPORTERHariyadi

KABAR RAKYAT – Banyuwangi telah ditetapkan sebagai ‘Kabupaten Terinovatif’ oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Banyak inovasi yang diciptakan, termasuk di layanan administrasi kependudukan.

Hari ini, Kamis (27/8), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi menggelar sosialisasi inovasi layanan administrasi kependudukan (adminduk) online kepada elelemen pemerintahan, bertajuk Sosialisasi Inovasi Dukcapil New Branding Adminduk.

Acara sosialisasi di ikuti seluruh stakeholder pemerintahan Banyuwangi mulai dari Camat, Kepala Desa, Danramil, Kapolsek, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya.

Baca: Gubernur Khofifah : Hadapi Covid-19 Perlindungan Perempuan dan Anak Harus Diperhatikan

”Banyak inovasi yang kami lakukan terutama di bidang pelayanan publik termasuk pengurusan adminduk di Banyuwangi. Namun percuma inovasinya bagus, kalau masyarakat tidak mengetahuinya. Karena itu, kami lakukan sosialisasi,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas, membuka acara tersebut.

Dari sosialisasi ini diharapkan nantinya para stakeholder di Banyuwangi ini bisa menyosialisasikan pada masyarakat, terutama di desa-desa.

“Saya minta pak pendeta, bedande, ustad, kapolsek, dan tokoh masyarakat di Banyuwangi ikut mensosialisasikan. Hal ini kepada umat dan warganya. Sehingga masyarakat paham dan bisa menikmati layanan pengurusan adminduk online ini,” pintanya.

Baca: Buka Seminar Penanggulangan Kebencanaan Jatim, Ini Pesan Sekdaprov Heru

Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengatakan saat ini pengurusan Adminduk di Banyuwangi kini semakin mudah. Banyak alur birokrasi yang telah dipangkas untuk memudahkan masyarakat.

Salah satunya lewat program Smart Kampung, yang memacu masuknya teknologi informasi dan komunikasi ke desa-desa di Banyuwangi.

Walhasil, layanan adminduk untuk masyarakat Banyuwangi yang telah berbasis teknologi, membuat urusan diselesaikan cukup di tingkat desa.

Baca: Satgas COVID-19 Swab Ulang 42 Karyawan PT. GG Paiton

“Saat ini, semua desa di Banyuwangi telah teraliri fiber optik. Sehingga mendorong pelayanan adminduk sudah mulai dialihkan ke desa untuk efisiensi pengurusan,” kata Anas.

Dalam kegiatan ini disosialisasikan berbagai inovasi dukcapil di Banyuwangi yang dilakukan secara daring, yang telah terintegrasi dengan program Kemendagri. Antara lain tanda tangan elektronik (TTE), Kertas putih (HVS), dan Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

Kepala Dinas Dispendukcapil Banyuwangi, Djuang Pribadi menjelaskan, pengurusan adminduk secara online ini melayani 13 jenis surat/dokumen kependudukan.

Baca: Gubernur Khofifah Bersama Penyintas Covid-19 Bersepeda Sambil Berbagi Masker

Di antaranya, surat pernyataan miskin (SPM), Kartu Keluarga, akta kematian, dan akta kelahiran. Kecuali e-KTP dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Untuk mengakses layanan online ini, kata Djuang, caranya mudah. Warga cukup registrasi lewat WA atau web resmi yang telah tersedia, menuliskan keperluan, mengirimkan persyaratan, alamat email dan nomor HP.

Selanjutnya, petugas akan mengirimkan link yang berisi password dan file dokumen melalui email setelah permohonan dokumen diproses oleh dispendukcapil.

Baca: Tahapan Pemilukada Banyuwangi Lanjutan Tahun 2020

“Setelah itu, silakan dicetak sendiri menggunakan kertas HVS A4 80 gr. Ini sudah memiliki kekuatan hukum berdasar Permendagri 109/2019 Pasal 12 dan 21. Kecuali KTP-el dan KIA yang memang menggunakan blanko khusus,” ujarnya.

“Bagi pemohon yang kurang mengerti teknologi, bisa minta bantuan operator desa supaya diurus lewat Smart Kampung. Setelah dokumen jadi, khusus KTP-el dan KIA akan diantar ke alamat Kantor Desa bersangkutan via jasa PT. Pos,” kata Djuang.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca