Pemerintah Bondowoso Harus Tegas Melarang Alih Fungsi Lahan di Gunung Suket

  • Whatsapp
Reboisasi G.Suket
Reboisasi di lereng Gunung Suket, Bondowoso.

KabarRakyat – Elemen masyarakat tergabung dalam Forum Reboisasi Bondowoso (FRB) mendesak pemerintah Kabupaten Bondowoso, untuk melakukan langkah-langkah taktis dan strategis. Melalui penegakan hukum sehingga kembalinya fungsi kawasan hutan bisa segera tercapai.

Jony Teguh TJ, Juru Bicara FRB, melalui Pers Releasenya, Kamis sore (5/3/2020), mengatakan, desakan berdasarkan kajian FRB, baik melalui survey lokasi hingga data citra satelit, kerusakan hutan di kawasan Perhutani, akibat alih fungsi menjadi lahan pertanian adalah pemicu utama terjadinya banjir di Sempol.

Read More

banner 645x400

“Bilamana kondisi itu tidak segera dikembalikan kepada fungsi dan statusnya akan menjadi sumber kerusakan lahan dan berpotensi banjir bandang yang lebih besar,”katanya

Jika akar masalahnya adalah pengrusakan hutan tanpa dasar hukum pengalihan hak serta adanya kelalaian atau pembiaran aktivitas alih fungsi hutan secara ilegal oleh para pemangku lingkungan dan pengelolaan hutan (Pemda dan Perhutani).

“Maka solusinya adalah adanya penegakan hukum atas akar masalah tersebut yang bersifat adil dan mempunyai kepastian hukum,”imbuhnya.

Sebelumnya, 6.000 bibit pohon ditanam di Lereng Gunung Suket, Dusun Mlaten, Desa Jampit, Kecamatan Ijen, tepatnya petak 91, 92, dan 99 Kawasan Perhutani KPH Bondowoso BKPH Sukosari RPH Dataran Ijen. Kegitan itu melibatkan TNI/Polri bersama FRB dan sejumlah pihak peduli lingkungan.

Reporter : Ifa

Editor : Choiri

Related posts

banner 645x400
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *