Pemerintah Komitmen Membantu Kekurangan Tenaga Kerja di Jepang

83 views
banner 468x60)
Dirjen Binalattas Menerima Perwakilan METI, Kedutaan, JETRO & PT. OS Selnajaya Indonesia (13-03)

Dirjen Binalattas Menerima Perwakilan METI, Kedutaan, JETRO & PT. OS Selnajaya Indonesia (13-03)

SIARAN PERS

KABARRAKYAT.ID – Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Perindustrian (METI) Jepang dan perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, serta Japan External Trade Organization (JETRO) melakukan kunjungan pada Kementerian Perindustrian dan Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta.

Hadir mewakili METI, adalah Yoko Ikeda. Sedangkan dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta diwakili oleh Taro Araki, dan Hiroki Yoshida mewakili JETRO. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Satoshi Miyajima dan Imron Munfaat, sebagai Presiden Direktur dan Direktur PT. OS Selnajaya Indonesia.

Kunjungan di Kementerian Perindustrian, diterima oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Harjanto, didampingi Direktur Industri Permesinan dan Alat Pertanian Zakiyudin, Kepala Balai Besar Logam dan Mesin Enuh Rosdeni, serta beberapa pejabat di Kementerian Perindustrian. Turut hadir pula beberapa asosiasi usaha seperti GIAMM, IAMSA, ASBEKINDO dan GAIKINDO.

Yoko Ikeda menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan tersebut, erat terkait dengan kebutuhan tenaga kerja asing yang sangat besar di Jepang. Terhitung 01 April 2019, akan diberlakuan visa kerja baru untuk tenaga kerja asing pada 14 sektor bidang pekerjaan. Ikeda menjelaskan bahwa selama ini, permasalahan kekurangan tenaga kerja di Jepang sangat terbantu dengan adanya program pemagangan, termasuk peserta pemagangan dari Indonesia. Dengan diberlakukannya visa kerja baru tersebut (visa kerja ketrampilan khusus; SSW), peserta magang yang telah menyelesaikan program pemagang berkesempatan bekerja di Jepang dengan visa kerja kertrampilan khusus tersebut (tokuteiginou).

Hanyasaja, lanjut Ikeda, jika mengandalkan sourcing dari peserta magang, tentu tidak bias mencukupi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Dalam skema visa kerja tokuteiginou tersebut, Ikeda menjelaskan dapat diperoleh dari peserta magang yang telah kembali ke Indonesia. Selain itu, ada juga “jalur” melalui pemegang visa pendidikan (ryugakusei), atau tenaga kerja baru yang belum pernah bekerja di Jepang, namun mempunyai kemampuan bahasa dan tingkat ketrampilan (skill) yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang. Pihaknya berharap, untuk sourcing yang terakhir ini, ujian ketrampilan dapat dilaksanakan di Indonesia, dengan standar yang ditetapkan sesuai kebutuhan industri di Jepang. Oleh karena itu, pihaknya merasa perlu berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia, agar skema visa kerja baru tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan bermanfaat bagi berbagai pihak.

Dirjen ILMATE Menerima Perwakilan METI, Kedutaan, JETRO & PT. OS Selnajaya Indonesia (13-03)

Dirjen ILMATE Menerima Perwakilan METI, Kedutaan, JETRO & PT. OS Selnajaya Indonesia (13-03)

Menanggapi maksud dan tujuan kunjungan METI tersebut, Dirjen ILMATE  Harjanto menyambut baik dengan adanya regulasi mengenai visa kerja baru di Jepang. Dirjen menjelaskan bahwa Kementerian Perindustrian saat ini juga sedang menggalakkan program peningkatan kualitas sumber daya manusia melaui program vokasi dan program 3 in 1 (pelatihan industri, sertifikasi dan penempatan). Program vokasi, jelas Dirjen bertujuan untuk meningkatkan (upgrade) kualitas lulusan SMK. Senada dengan program vokasi, program 3 in 1 juga bertujuan untuk menjembatani (link and match) antara kemampuan lulusan sekolah dengan kebutuhan industri. Pihaknya juga berharap, link and match ini juga  dapat terwujud dengan perusahaan Jepang, baik yang berada di Indonesia maupun yang ada di Jepang.

Sebagai bentuk komit mendari Kementerian Perindustrian dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada sector industri, Dirjen menyampaikan bahwa Kementerian Perindustrian membentuk unit eselon 1, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Dirjen juga menegaskan komitmennya untuk membantu permasalahan kekurangan SDM industri di Jepang. Pihaknya optimis bahwa SDM Industri dari Indonesia akan menjadi pilihan terbaik bagi Jepang karena SDM Industri Indonesia terkenal sangat cocok bekerja di Jepang mengingat karakter masyarakat Indonesia yang selalu fokus, sopan (polite), serta hormat (respect).

Sementara dalam kunjungan pada kementerian ketenaga kerjaan, tim diterima oleh Dirjen Binalattas Bambang SatrioLelono, didampingi Plt Sesditjen Binalattas SuryaLukita, Direktur Bina Pemagangan Darwanto, serta beberapa pejabat dari Ditjen Binalattas dan Ditjen Binapenta & PKK. Dirjen menyambut baik kunjun ganter sebut, karena pada waktu yang sama, pemerintah Indonesia juga sedang fokus dan memberikan prioritas pada program peningkatan kualitas SDM Indonesia. Apalagi, Ditjen Binalattas memegang otoritas pada semua jenis pelatihan berbasis kompetensi yang diselenggarakan oleh seluruh kementerian. Didukung infrastruktur seperti keberadaan lebih dari 300 BLK di seluruh Indonesia, pihaknya optimis lulusan BLK akan mampu bersaing di dunia industri, baik di dalam maupun diluar negeri, termasuk di Jepang. Bahkan, lanjut Dirjen, pihaknya akan menyesuaikan system pelatihan di BLK dengan kebutuhan sector industri, baik di dalam maupun diluar wilayah Indonesia.

Dirjen juga memberikan arahan agar Jepang segera merumuskan standar kebutuhan industri dan disampaikan kepada pemerintah Indonesia. Selanjutnya, pemerintah Indonesia akan mengadopsi standar tersebut sebagai standar kompeten sikerja (SKK) khusus, yang akan menjadi standar dan pedoman dalam proses pelatihan maupun uji kompetansi bagi calon tenaga kerja yang nantinya akan bekerja di Jepang. Senada dengan Dirjen, Plt Sesditjen dan Direktur Bina Pemagangan juga mendorong Jepang untuk menunjuk (misalnya) PT. OS Selnajaya Indonesia untuk mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), yang akan melakukan pelatihan dan sertifikasi calon pekerja, sehingga kompetensinya benar-benar sesuai dan diakui oleh user di Jepang. Terlebih lagi, selama ini PT. OS Selnajaya Indonesia dinilai baik dalam menyelenggarakan program pemagangan Teknik maupun pemagangan caregiver di Jepang. Bahkan, PT. OS Selnajaya Indonesia juga menjadi pioneer untuk pendidikan program engineer untuk bekerja pada sector research and development maupun desain produk/mesin industri. (*)

Editor: Choiri

banner 468x60)

#indonesia #Kementerian Perindustrian #METI Jepang #OS Selnajaya Indonesia

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply