Pemilik Lahan Melawan Petugas, Eksekusi Tanah dan Bangunan Ricuh

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Aksi eksekusi sebuah lahan dan bangunan rumah di Desa Wonorejo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri berjalan ricuh, Senin (29/3/2021). Petugas dan pemilik lahan terlibat saling dorong. Pemilik lahan tidak terima dengan eksekusi yang dilakukan. Sementara petugas bersikukuh tetap menjalankan tugas mereka.

Petugas eksekutor Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri dibantu petugas kepolisian sektor Wates tetap membcakan putusan eksekusi dan masuk kedalam bangunan, meski dihalang-halangi oleh pemilik.

Bacaan Lainnya

Eksekusi dilakukan terhadap perkara perdata no 74/Pdt.G/2018/PN Gpr Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, terkait kasus sengketa lahan sertifikat atas nama Kaderi dengan tergugat Sunarti dan Wiwit Wijanarti.

Namun dalam eksekusi tersebut, lahan yang disengketakan merupakan milik Tatag Wibowo dan Heri Haryono. Keduanya merupakan anak dari pemilik lahan Kaderi.
Penasehat Hukum Tatag, Bagus Suswanto menilai jika eksekusi yang dilakukan tersebut salah sasaran. Selain itu juga tidak memiliki dasar hukum.

“Pemilik lahan dan bangunan ini adalah saudara Tatag dan Heri. Keduanya tidak ada didalam keputusan pengadilan sebagai tergugat. Namun mengapa eksekusi masih tetap dijalankan,” ujarnya.

Selain itu, dalam lelang yang dilakukan pada tahun 1998 lalu, Penggugat memenangkan lelang tanah seluas 770 meter persegi. Namun setelah menjadi hak milik, justru angka yang muncul adalah sebanyak 1200 meter persegi.

“Kok bisa seperti itu. Ini rakyat didzalimi. Tidak bisa dibiarkan. Kita akan teerus melawan. Karena ini tidak benar. Batas-batasnya juga tidak jelas. Kita masih ajukan banding. Kita akan tetap perjuangkan,” ucapnya.

Sementara itu, pihak panitera eksekutor Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Djasman mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya ini sudah sesuai dengan ketetapan hukum. Eksekusi yang dilakukan tidak serta merta, namun ada tim yang sudah melakukan telaah eksekusi.

“Ini dulu pernah dilakukan eksekusi, kemudian dilakukan penyerobotan. Saat ini ada permohonan kembali dari penggugat untuk melakukan eksekusi. Kita lakukan. Semuanya sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Proses eksekusi terus berjalan. Semua barang yang ada di lahan sengketa dikosongkan dan bangunan dirantai oleh petugas agar tidak ada yang menggunakan.*

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *