Senin, Januari 25, 2021
Beranda JATIM BANYUWANGI Pemkab Banyuwangi Bertemu Indonesia Power Matangkan Mega Proyek Pembangkit Tenaga Bayu

Pemkab Banyuwangi Bertemu Indonesia Power Matangkan Mega Proyek Pembangkit Tenaga Bayu

REPORTERJaenudin/*

KABAR RAKYAT – Lahan tanah di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur akan jadi tempat mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui anak usahanya PT Indonesia Power (IP). Pilihan jatuh di Bumi Blambangan, karena berdasar potensi angin alias bayu dinilai memenuhi syarat untuk pengembangan PLTB.

Keseriusan Pemkab Banyuwangi dan PT Indonesia Power akan segera dilaksanakan mega proyek PLTB ini dibuktikan kedua pihak bertemu secara virtual, Kamis (14/1/2021). Pertemuan itu tindak lanjut pertemuan PLN dengan Pemkab Banyuwangi pada tahun 2020 lalu.

Hadir acara pertemuan, Vice President Project Development 3 PT. Indonesia Power Henry Asdayoka Putra dan Manager Business Development 1 Adi Hirlan Effendi, Bupati Abdullah Azwar Anas dan jajarannya.

Henry Asdayoka Putra mengatakan, PLTB yang akan dibangun di Banyuwangi tersebut merupakan bagian dari pengembangan proyek energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

“PLTB ini diharap bisa semakin mengurangi penggunaan energi fossil dan emisi karbon monoksida. Ini merupakan program pemerintah untuk mencapai bauran energi listrik yang ramah lingkungan sebesar 23 persen di 2025,” ujar Henry.

Henry melanjutkan, pembangunan PLTB akan dimulai pada 2021. PLTB tersebut berkapasitas 50 MW. “Pengembangan PLTB berskala besar di Banyuwangi ini insyaallah yang pertama kali di Pulau Jawa. Kami meminta dukungan dari Pemkab Banyuwangi agar kami bisa segera berkontribusi bagi Indonesia dan khususnya bagi Banyuwangi,” ujar Henry.

“Selain sebagai proyek energi, PLTB ini nantinya juga akan menjadi ikon baru bagi daerah yang bakal mendukung sektor pariwisata,” imbuhnya

Manager Business Development 1 Adi Hirlan Effendi mengatakan, Banyuwangi dipilih karena memiliki angin yang sangat potensial, khususnya di wilayah Kecamatan Wongsorejo yang memiliki kecepatan angin 6,7 meter/detik.

Hasil penelitian, kecepatan angin rata-rata dari pemasangan alat dimiliki PT. Indonesia Power yaitu metmast tower setinggi 120 meter di Wongsorejo menunjukkan angka 8,3 meter/detik.

“Ini sangat bagus. Kami melakukan estimasi, apabila satu turbin menghasilkan 4,2 MW, maka dalam setahun PLTB bisa memproduksi listik sebesar 170,3 GWh ” imbuhnya.

Sementara itu Bupati Anas menyambut baik rencana pembangunan PLTB tersebut di daerah. ”Tadi kami koordinasikan, bahwa selain PLTB, itu nantinya menjadi menjadi pusat edukasi tentang energi baru terbarukan bagi generasi muda, sehingga kesadaran menggunakan energi baru terbarukan semakin tinggi,” ujar Anas.

Anas juga menekankan agar PLTB tersebut dikembangkan dengan tidak meninggalkan unsur kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.

“Setiap pembangunan harus menyertakan unsur kearifan lokal, termasuk dalam arsitekturnya. Ini adalah upaya kami menitipkan peradaban daerah, khususnya budaya lokal, ke dalam perkembangan ekonomi,” jelas Anas.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca