Rabu, Januari 20, 2021
Beranda JATIM KAB BLITAR Pemkab Blitar Umumkan Realisasi Pajak Reklame Sudah Mencapai 90 persen

Pemkab Blitar Umumkan Realisasi Pajak Reklame Sudah Mencapai 90 persen

KABAR RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mengumumkan bahwa realisasi pajak reklame di wilayah setempat sudah mencapai angka 90,96 persen.

“Alhamdulilah pajak reklame di Kabupaten Blitar memiliki proges yang cukup bagus, padahal masih dalam situasi pandemi COVID-19,” Kata Plt Bapenda Kabupaten Blitar Mahhadin.

Dijelaskannya, berdasarkan target yang ditetapkan oleh Bapenda pada tahun 2020 sebesar Rp 482.500.000 dan kini terealisasi Rp 438.871.164. Artinya, partisipasi masyarakat sudah bagus namun harus tetap ditingkatkan.

blitar
Dalam upaya mengamankan kebocoran pajak reklame dalam PAD. Petugas Bapenda bersama Satpol PP Kabupaten Blitar tengah merazia beberapa reklame dan baliho ‘bodong’ terpasang di bibir jalan.

“Memang sesuai laporan masuk, target pajak reklame di Kabupaten Blitar bisa dikatakan hampir sempurna. Tetapi, petugas tetap perlu meningkatkan pelayanan berupa penagihan kepada masyarakat agar angkanya bisa naik,” katanya.

Dilain sisi, kata Mahhadin, Bapenda juga telah melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di wilayah setempat untuk menertibkan reklame maupun baliho yang tidak memiliki izin resmi supaya tidak terjadi kebocoran anggaran.

“Guna mengantisipasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah, kita juga gandeng Satpol PP Kabupaten Blitar agar ikut menertibkan reklame dan baliho bodong yang ditempel di setiap wilayah. Karena, selain merugikan pemerintah daerah juga mengganggu tata keindahan jalan,” imbuhnya.

Terakhir, Ia berharap target realisasi pajak reklame dan baliho bisa tercapai 100 persen. Selain itu, dihimbau bagi mereka yang belum menyelesaikan administrasi maupun perizinan dimohon segera melakukan koordinasi dengan Bapenda. Jika tidak ada respon, maka dengan tegas akan dikenakan sanksi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca