Pemkab Bondowoso Gandeng Aktifis Kepemudaan Sukseskan Ijeng Geopark

  • Whatsapp

Ijen Geopark
Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Kabupaten Bondowoso gelar FGD agenda Ijen Geopark Menuju UNESCO Global Geopark (UGG).

KABAR RAKYAT – Pemerintah Bondowoso melalui Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga gencar sosialisasi agenda Ijen Geopark Menuju UNESCO Global Geopark (UGG). Bahkan pemerintah setempat mengajak para aktifis dari ormas kepemudaan untuk turut mensukseskan agenda internasional ini

Demi sukseskan agenda internasional terkait Ijen Geopark Menuju UNESCO Global Geopark, intansi Disparpora mengajak para aktifis kepemudaan ikut berkumpul dalam Focus Group Discution (FGD), Selasa (19/1/2021).

Bahkan pemerintah daerah berharap seluruh masyarakat ikut terlibat dan gencarkan agenda Ijen Geopark ini. Pasalnya, Ijen Geopark Bondowoso bertujuan untuk melestarikan kawasan konservasi, juga berdampak pembangunan ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah telah menerima informasi tim UNESCO akan tiba di Bondowoso antara bulan April-Juni 2021, untuk melakukan assessment atau penilaian.

Adapun tahapan penilaian dari UNESCO, yakni Aspiring Geopark; Verifikasi dan evaluasi terdiri dari pemeriksaan verifikasi dokumen, evaluasi dekstop, asesor datang ke lapangan; sidang council; dan sidang eksekutif.

Ketua Pelaksana Harian Ijen Geopark, Arif Setyo Raharjo mengatakan, pemuda bisa membantu pemerintah dalam menyosialisasikan Ijen Geopark secara massif ke bawah.

“Saya yakin para pemuda memiliki energi dan semangat besar untuk perkuat simpul jaringan. Karena Ijen Geopark gawe bersama-sama,” katanya.

Menurutnya, dengan berkumpulnya organisasi kepemudaan dan masyarakat untuk bukti bahwa warga Bondowoso ikut miliki Ijen Geopark.

“Kita sudah siapkan amenitas atau fasilitas pendukung Sarpras di Ijen Geopark. Maupun Sarpras layanan umum. Khususnya delineasi kawasan yakni Ijen, Sumberwringin, Cermee dan 11 kecamatan lainnya,” terang Kabid Pariwisata ini.

Dia berharap, OPD atau Dinas lain yang terlibat dalam Ijen Geopark ini juga gencar melakukan sosialisasi. Diantaranya Dinas Pendidikan, DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), dan Diskoperindag. Total 16 OPD yang terlibat.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Bondowoso, Kapriyanto menyambut baik upaya pemerintah dalam mengenalkan bentang alam di Bumi Ki Ronggo ke kancah internasional.

“Ini progres yang luar biasa. Ini kesempatan kita untuk membranding Bondowoso. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung upaya ini,” tegasnya.

Ada tiga situs yang diajukan ke UNESCO Global Geopark. Yakni situs geologi, biologi dan culture (budaya).

Situs gelogi ada sembilan. Terdiri dari Kawah Ijen/Blue Fire, Kawah Wurung, Aliran Asam Kalipait, Komplek Mata Air Panas Blawan, Lava Blawan, Air Terjun Gentongan, Aliran Lava Blalangan, Dinding Kaldera Ijen Megasari dan Taman Batu So’on Solor.

Situs Biologi terdiri dari Hutan Pelangi dan Kopi Bondowoso. Sementara situs budaya yakni Struktur Gua Butha Sumber Canting, Struktur Gua Butha Cermee, Situs Megalitik Maskuning Kulon, Singo Ulung dan Tari Petik Kopi.

Disparpora Bondowoso libatkan berbagai elemen organisasi, antara lain GP Ansor, IPNU, Pemuda Muhammadiyah, KNPI, AMPG dari Parpol Golkar, Gerakan Pemuda Ka’bah, PMII dan lainnya.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *