Pemkab Bondowoso Gandeng GAIN Sosialisasi Pentingnya ASI Eksklusif Untuk Bayi

  • Whatsapp
ASI-eksklusif
ft. istimewa

KabarRakyat.ID – Pemkab Bondowoso bersama dengan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) Jawa Timur mensosialisasikan tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi di usia 6 bulan pertama.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Muhammad Imron mengatakan, ASI Eksklusif mampu diterapkan secara menyeluruh. Namun persoalannya, tidak semua ibu yang memahami soal itu. Sehingga di Bondowoso, capaian pemberian ASI Eksklusif masih di angka 64 persen.

Read More

“Berarti 36 persen sisanya adalah tidak memberikan ASI Eksklusif atau tidak memberikan Inisiasi Menyusu Dini (IMD),” jelas Muhammad Imron di Hotel Ijen View, Kamis (13/2/2020).

Sehingga, kata Imron, Dinas Kesehatan akan berupaya untuk memaksimalkan capaian tersebut bersama dengan lembaga donor dana dari Swiss dan Belanda yaitu Center for Publik Health Innovation (CPHI) yang ditunjuk oleh GAIN.

Sementara itu, Government Advocacy Advisor GAIN Jawa Timur, Heru Nogroho mengatakan, pendampingan GAIN ini sudah tahun kedua. Dimana tahun pertama adalah program Emo Demo. Ia menyebutkan, untuk tahun ini dengan program 10 LMKM.

Asi Ekslusif
GIAN dan Dinas Kesehatan Bondowoso.

Di antaranya: 1). Kebijakan peningkatan pemberian air susu ibu; 2). Pelatihan bagi petugas tentang kebijakan peningkatan pemeberian air susu ibu; 3). Penjelasan tentang manfaat menyusui dan terlasananya dimulai sejak masa kehamilan, masa bayi lahir, sampai umur 2 tahun; 4). Membantu ibu mulai menyusui bayinya dalam 60 menit setelah melahirkan di ruang bersalin; 5). Membantu ibu untuk memahami cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis. 6). Tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayi baru lahir; 7). Melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi 24 jam sehari; 8). Membantu ibu menyusui semau bayi semau ibu, tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi menyusui. 9). Tidak memberikan dot atau kempeng kepada bayi yang diberi ASI; 10).Mengupayakan terbentuknya Kelompok Pendukung ASI di masyarakat.

“Berdasarkan laporan, di Bondowoso cakupan ASI eksklusifnya masih kurang. Maka kami dari GAIN membantu meningkatkan cakupan itu,” paparnya.

Menurutnya ada beberapa faktor ibu tidak memberikan ASI pada bayinya. Pertama disebabkan bayi yang baru lahir dipisahkan dari ibunya. Kemudian bisa saja karena ibunya tidak mengetahui bahwa ASI cukup untuk asupan bayi.

“Target kami dari GAIN adalah tersusunnya kebijakan tertulis, baik dari Dinas Kesehatan maupun rumah sakit mendukung ASI eksklusif,” harapnya.

Asisten I Pemkab Bondowoso, Agung Trihandono sangat mendukung program ini. Menurutnya, progam itu berada di ruang yang sangat diharapkan pemerintah. Ada satu PR di Pemkab, yakni stunting yang menjadi tanggung jawab masyarakat Bondowoso. Sehingga ibu hamil harus mendapatkan pendampingan agar ketika melahirkan bisa menyusui.

“Dan bayi baru lahir tak ada lagi dikasih ASI Formula. Bagaimana jika ASI-nya tidak keluar? Namun paling tidak ada ruang, yakni pendampingan agar ibu yang melahirkan ASI-nya keluar,” harapnya sambil berharap agar program kesehatan itu juga dapat dintervensi dari DD (dana desa), khususnya untuk warga kurang beruntung yang sedang hamil.

Reporter: Ifa

Editor: Rony DE



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *