Rabu, Januari 20, 2021
Beranda ADVERTORIAL Pemkot Blitar Gelar Women Confrence 'Partisipasi Perempuan Dalam Demokrasi'

Pemkot Blitar Gelar Women Confrence ‘Partisipasi Perempuan Dalam Demokrasi’

REPORTERArif/Adv/Hms
Tingkatkan Partisipasi Kaum Perempuan Dalam Pilkada Serentak 2020

KABAR RAKYAT – Guna meningkatkan partisipasi pemilih kaum perempuan dalam Pilkada Serentak 2020. Pemerintah Kota Blitar menggelar Women Confrence dengan agenda ‘Partisipasi Perempuan Dalam Demokrasi’.

Acara tersebut diselenggarakan dalam Ruang ISC Dinas Kominfo Kota Blitar, kawasan Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Rabu (11/11/2020).

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Blitar, Jumadi melalui Kepala Dinas Kesatuan Bangsa Politik dan PBD, Hakim Sisworo mengatakan dari jumlah 115 ribu orang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) partisipasi aktif perempuan pada Pilkada serentak 2020 mendatang telah mencapai 58 ribu orang.

“Jumlah itu tergolong cukup tinggi. Pasalnya, partisipasi pemilih perempuan dalam Pemilu sebelumnya masih sangat rendah,” kata Hakim Sisworo.

Menurutnya, demokrasi yang sehat memberikan hak dan kesempatan yang sama bagi laki-laki dan perempuan untuk berpartisipasi dalam pemilu. Namun pemilih perempuan pada dasarnya sangat rentan untuk kehilangan perannya sebagai subjek dalam pemilihan umum.

Hal itu terjadi karena sebagian besar perempuan pemilih terkadang tidak memiliki kuasa atas dirinya.

“Ketika masih lajang, perempuan berada dalam kuasa orang tuanya. Saat telah menikah, mereka berada dalam kuasa suaminya. Orang tua, terutama ayah dan suaminyalah yang memutuskan banyak hal terkait kehidupan perempuan,” ungkapnya.

Hakim berharap Perempuan Indonesia turut terlibat secara aktif dalam Pilkada Serentak 2020 ini. Baik yang berpartisipasi dalam Pilkada maupun untuk ikut mengawal berjalannya pesta demokrasi ini.

Saat ini, Hakim Sisworo menegaskan, bahwa perempuan memiliki derajat yang sama dengan laki-laki dan berhak ikut dalam kegiatan politik Indonesia.

seminar daring kota blitar

Hakim juga mengatakan bahwa momen Pilkada ini sebagai kesempatan yang baik untuk perjuangan perempuan dalam pembangunan daerah.

“Oleh karenanya, saat menggunakan hak pilihnya, perempuan sangat rentan untuk mengalami pengaruh dari suami dan orangtuanya, sehingga mereka tidak dapat secara bebas dan mandiri menentukan pilihannya,” imbuhnya.

Sehingga, untuk memberdayakan perempuan sebagai pemilih mandiri yang dapat menjadi subjek dalam pemilihan umum, diperlukan pendidikan politik bagi perempuan dan laki-laki.

Salah satunya pendidikan yang membuat perempuan menyadari hak-hak politik yang dimilikinya dan menjadikan laki-laki terutama suami atau ayah mereka lebih menghargai dan menghormati hak-hak politik perempuan.

Dengan begitu, perempuan sebagai pemilih dapat sungguh-sungguh menjadi subjek sehingga dapat ikut mewarnai hasil dari pesta demokrasi ini.

Hakim mendorong perempuan di Kota Blitar untuk menjadi pemilih yang cerdas dan mengutamakan azas-azas pemilu dalam proses pesta demokrasi mendatang.

“Kompetensi, integritas dan moral harus menjadi poin utama bagi kita dalam memilih calon-calon wakil rakyat pada pemilu mendatang,” tandasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca