Pemprov Jatim Beri Bantuan Mahasiswa Perantau Terdampak Covid-19 di Kota Malang

  • Whatsapp
IMG_2926
Wakil Gubernur Emil Dardak

KABAR RAKYAT – Pandemi Covid-19 di Jawa Timur terus berdampak di berbagai sektor. Salah satunya berimbas kepada para mahasiswa perantauan yang tidak bisa kembali ke daerah asal akibat imbauan pemerintah agar tak mudik.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jatim melakukan langkah konkrit dengan memberikan bantuan 350 paket sembako kepada para mahasiswa perantau di wilayah Kota Malang.

Bacaan Lainnya

Bantuan paket sembako ini antara lain berisi 5 kg beras, 1 kg gula pasir, telur, mie instan, kecap manis, serta sepaket tas yang berisi hand sanitizer, masker dan vitamin C.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak secara simbolis kepada beberapa mahasiswa perantauan di Kota Malang, di Gedung Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang, Sabtu(2/5).

Baca juga: SONNY T. Danaparamita PEDULI, Gotong Royong Berbagi di Bulan Suci Ramadhan

Selanjutnya, bantuan tersebut akan diantarkan ke 35 titik asrama mahasiswa di Kota Malang.

Didampingi Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, dan Kepala Bakorwil Malang Sjaichul Gulam, Wagub Jatim yang akrab disapa Emil itu menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan Pemprov Jatim merupakan bentuk kepedulian untuk menegakkan rasa kebersamaan dan gotong royong.

“Saya rasa kami datang bukan karena teman-teman mahasiswa utamanya yang bukan KTP Jatim yang meminta, tapi lebih pada kewajiban kita untuk saling tolong menolong. Terlebih, memang tugas kamilah untuk menjaga adik-adik mahasiswa sebagai aset masa depan bangsa,” ungkap Emil.

Baca juga: Peringati Hardiknas Saat PSBB, Pemprov Jatim Luncurkan Game Edukasi – Charity Covid-19

Emil menjelaskan, kegiatan ini juga sesuai instruksi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dimana, pada kesempatan yang sama Gubernur Khofifah juga tengah menyalurkan bantuan ke pulau Raas dan Kangean, Kab. Sumenep, Madura.

“Saat ini, saya dan ibu Gubernur sepakat untuk bersama-sama meninjau situasi di lapangan secara langsung. Meskipun, memang di tengah pergerakan kita yang harus dibatasi,” terangnya.

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *