Sunday, November 1, 2020
Home JATIM BANYUWANGI Pemprov Jatim Supporting System Penanganan COVID-19 Klaster Ponpes di Banyuwangi

Pemprov Jatim Supporting System Penanganan COVID-19 Klaster Ponpes di Banyuwangi

- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Pemprov Jatim menggelar Rakor di Banyuwangi dan berkunjung ke lokasi karantina klaster Ponpes Darussalam Blokagung, Kecamatan Tegalsari.

Gubernur Jatim perempuan pertama ini ingin memastikan pelaksanaan penanganan COVID-19 sudah sesuai dengan yang diharapkan.

“Pemprov Jatim datang kemari sebagai supporting system, leading sector penanganan COVID di pondok pesantren tetap dipegang Pemkab Banyuwangi,” kata Gubernur Khofifah, Rabu (2/9/2020) bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Baca: Perhutani dan Polsek Cluring Cek Tonggak Kayu Jati Hasil Razia

Rakor tersebut diikuti Sekretaris Daerah Pemprov Jatim Heru Tjahjono, Ketua Rumpun Tracing Satgas Penanganan COVID-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso, dan satgas penanganan COVID-19 Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyatakan, pihaknya terus  mendukung penanganan COVID-19 yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Komunikasi dan koordinasi penanganan akan terus dilakukan, mulai dari Kemenkes, Pemprov, maupun daerah, termasuk dengan TNI/Polri.

“Semua ikhtiar yang dilakukan Satgas Banyuwangi, kita dukung pula. Kami akan mengiringi langkah-langkah satgas Banyuwangi dalam mencari solusi terbaik dan tercepat dalam penanganan kasus ini. Pemprov ini supporting system saja. Nanti tim dari pemprov akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Banyuwangi,” kata Khofifah.

Baca: Deteksi COVID-19, Personel Bakamla RI Laksanakan Tes Serologi

Sementara itu Ketua Rumpun Tracing Satgas Jatim, dr Kohar mengatakan dalam penanganan COVID 19 intinya adalah menekan laju penyebaran virus. Caranya adalah dengan isolasi dimana yang di dalam tidak keluar, yang di luar tidak masuk ke dalam (area pondok).

Selanjutnya, upaya kedua dalam penanganan virus adalah peningkatan daya tahan tubuh yakni dengan memperhatikan asupan gizi makanan yang dikonsumsi para santri. Termasuk juga memantau aktivitas dan memastikan sanitasi yang digunakan higienis dan dalam keadaan baik.

Gubernur Khofifah juga cek dapur umum.

“Alhamdulillah upaya – upaya tersebut saat ini sudah berlangsung. Posko kesehatan yang berisi tim kesehatan dari pemprov dan pemkab juga sudah ada di lokasi untuk memantau kesehatan para santri,” ujarnya.

Dr. Kohar juga menekankan pentingnya physical distancing untuk memutus mata rantai penularan COVID. Pemisahan santri yang positif dan yang masih sehat menjadi salah satu cara yang wajib dilakukan.

“Setelah hasil swab keluar akan kami buat rekomendasinya agar penanganan optimal. Intinya bagaimana supaya jangan sampai penularan itu terus berlangsung. Kami akan formulasikan ulang lagi supaya sesuai dengan kondisi di lapangan,” terangnya.

Baca: Rakernas PA. GMNI 2020 Hasilkan Keputusan Pembumian Ideologi dan Sikap Politik

Untuk pemisahan santri positif dan yang sehat, menurut Kohar, sejauh ini masih bisa dilakukan di sekitaran pondok. “Kalau dibutuhkan, kami bisa juga membuat tenda besar untuk tempat pemisahan sementara,” ujar Kohar.

Sementara itu Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan dalam penanganan COVID cluster pondok pesantren pemkab siap berkolaborasi dengan berbagai pihak. Anas pun berterima kasih atas dukungan yang diberikan Pemprov Jatim dan semua pihak yang mendukung.

“Secara teknis kami siap mengikuti rekomendasi komprehensif dari Pemprov Jatim,” kata Anas.

Baca: Merdeka Bersama AHASS, MPM Honda Jatim Berikan Diskon 17 Persen

Anas juga mengajak seluruh warga membantu penanganan COVID di pondok pesantren. “Mari kita semua gotong royong membantu penanganan di pondok pesantren. Kalau semua saling membantu, Insha Allah aktivitas di ponpes kembali normal, dan santri segera dinyatakan sembuh,”  pungkas Anas.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca