Monday, October 26, 2020
Home JATIM Pemprov Jawa Timur Resmikan Pusat Pendidikan dan Riset Penyakit Menular RSUD dr...

Pemprov Jawa Timur Resmikan Pusat Pendidikan dan Riset Penyakit Menular RSUD dr Soetomo

- Advertisement -

Gubernur Khofifah : Lawan Corona Harus Berbasis Ilmu Pengetahuan , Data dan Melibatkan Pakar

KABAR RAKYAT – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pusat Pelayanan Pendidikan dan Riset Penyakit Menular serta Mobile Molecular Laboratory RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, kemarin (17/7). Pusat Pelayanan, Pendidikan dan Riset Penyakit Menular ini didukung oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).

Khofifah mengatakan, peresmian fasilitas ini menjadi salah satu jawaban atas arahan Presiden RI Joko Widodo di Gedung Negara Grahadi pada saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur tanggal 25 Juni lalu.

Saat itu Presiden berpesan untuk memberikan layanan kesehatan khususnya covid – 19 berbasis ilmu pengetahuan dan data science serta melibatkan scientist. Pesan itu kembali diulang Presiden saat pengarahan kepada para Gubernur di Istana Bogor Rabu (15/7) lalu.

“Kehadiran Pusat Pelayanan Pendidikan dan Riset Penyakit Menular ini sangat penting. Ini menjadi kuat karena disupport oleh FK Unair, dual system antara kekayaan keilmuan FK Unair serta kekayaan para ahli di RSDS,” kata Khofifah.

Menurutnya, keberadaan Pusat Pelayanan Pendidikan dan Riset Penyakit Menular ini menjadi bagian dari penguatan percepatan pelayanan Covid-19 di Jatim, serta penyakit menular lainnya terutama di RSDS.

Khofifah memaparkan, sesuai Hospital Disaster Plan RSDS, ada empat fase penyiapan layanan Covid-19 di rumah sakit ini. Fase I atau Fase Adaptasi adalah fase darurat sambil membangun sarpras standar dengan tekanan negatif untuk mengatasi luapan pasien.

Mobile Morcular Laboratory RSUD Dr Soetomo

Sedangkan, Fase II atau Fase Standarisasi adalah fase penyediaan fasilitas layanan rawat inap dan rawat darurat bertekanan negatif untuk 200 tempat tidur yang rencana selesai Juli-Agustus 2020 ini.

Baca: Musda X Aklamasi Memilih Ruliono Ketua Golkar Banyuwangi 2020–2025

Sementara, Fase III atau Fase Pemantapan adalah fase dimana semua fasilitas layanan pasien di RSDS sudah dengan cepat memisahkan pasien Covid dan Non Covid (termasuk pengembangan Rawat Jalan). Fase pemantapan untuk menyambut era New-Normal ini, kata Khofifah, diharapkan selesai pada akhir bulan Desember 2020. Adapun Fase IV adalah fase pengembangan sampai dengan 500 tempat tidur.

[the_ad id=”29596″]

“Hospital disaster plan ini melihat fase satu sampai dengan empat. Milestone ini tidak sekedar menjadi bagian dari cita-cita, mimpi, tapi juga perencanaan kita banwa ada tahapan-tahapan yang sudah dicapai dan dilakukan secara terukur,” bebernya.

Dalam Hospital Disaster Plan ini, lanjut dia, RSUD dr Soetomo telah menyiapkan berbagai langkah. Seperti kesiapan SDM yakni dokter dan perawat, serta kesiapan Alat kesehatan termasuk Alat Pelindung Diri (APD). Terutama untuk dokter dan perawat , sejak awal Maret 2020, RSDS telah mendata ulang jumlah perawat berdasarkan usia dan kondisi co-morbidnya. Pasalnya, selama 24 jam pasien Covid-19 akan bersama perawat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca