Penambang Pasir Blimbingsari Akui Salah “Saya Tak Tahu”

300 views
banner 468x60)
Penambang Pasir Blimbingasri

Foto: Persidangan peanmbang pasir tanpa ijin

KABARRAKYAT.ID – Ternyata di Kabupaten Banyuwangi masih ada saja pengusaha pertambangan yang tidak tahu soal perijinan. Akibat ketidak tahuan itulah yang membuat Slamet pemilik tambang pasir di Dusun Rejosari, Desa Karangrejo, Kecamatan Blimbingsari ini harus menjalani proses persidangan karena dianggap melanggar Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Pertambangan.

“Saya mengaku salah, karena ketidaktahuan saya,” ucap Slamet saat duduk sebagai terdakwa di kursibpersidangan Ruang Candra Pengadilan Negeri Banyuwangi, Rabu (13/2/2019).

Dihadapan Ketua Majelis Hakim Purnomo Amin Tjahjo, SH, MH, terdakwa Slamet juga mengakui, soal perijinan ia hanya menyampaikan melalui lisan saja kepada aparat desa setempat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ardhan Rizan Prawira, SH usai persidangan menyampaikan, terdakwa dalam melakukan penambangan tidak memiliki izin dari pemerintah yang berwenang baik itu Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) ataupun IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) pada lahan berupa tanah sawah seluas 1.300 meter persegi tersebut.

Dalam kasus ini, lanjut Ardhan, terdakwa mengakui kesalahanannya. “Karena terdakwa mengakui kesalahannya. Proses sidang tidak memakan waktu lama. Pekan depan langsung putusan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Terdakwa Slamet diamankan kepolisian setempat pada Kamis (6/12/2018) lalu karena diduga tidak mengantongi izin melakukan penambangan yang dikelolanya bersama satu orang karyawan yakni Sumantri yang bekerja sebagai operator excavatormerk Hyundai warna Kuning dengan upah sebesar Rp. 250 ribu perhari. Sementara pasir hasil penambangan dijual seharga Rp. 450 ribu per ritnya.

Selain mengamankan terdakwa, kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp. 8 juta, 1 buah pulpen merk number one warna hitam kombinasi silver, 6 lembar nota pembelian pasir dan padas, 1 unit excavator merk hyundai warna kuning beserta kunci kontaknya, 1 unit dump truk merk Mitsubishi  warna kuning beserta kontak dan STNK atas nama Siti Nurjanah, 1 buku Kir atas nama Siti Nurjanah, dan uang sewa excavator selama 50 jam sebesar Rp. 8.750.000.

Reporter : Fattahur

Editor : Richad

banner 468x60)

#peradilan #Tak Tahu Undang-undang #Tambang Pasir

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply