Pendaki Gunung Ijen “Jangan Takabur Sama Alam”

1032 views
Pendaki gunung ijen copy

Foto: Wisata alam kawah Ijen (Istimewa)

KABARRAKYAT.ID – Yang perlu diingat dan dicatat, dari kisah pengalaman dua pelajar tersesat dalam mendaki gunung Ijen, diantaranya tidak sembarangan orang, harus mampu  sehat jasmani dan rohani, dan jangan meremehkan, apalagi takabur saat pendakian berlangsung.

Cerita misteri di Gunung Ijen, sedikit terkuak, setelah dua pendaki tersesat dalam pendakian. Kisah dua remaja  ini, akan jadi kenangan dan trauma tersendiri bagi David Kurniawan (21) dan Selvi Ani (17) seorang pelajar SMK Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi, asal Dusun Krajan Wetan, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Sebelumnya ke dua pendaki tersebut telah ditemukan di sekitar bendungan titik lima Kawah Ijen. Saat ditemukan, kondisi keduanya lemas. Karena kelelahan, terus berjalan mencari arah jalan pulang.

Baca juga:

Keduanya mulai dilaporkan hilang sejak Selasa (19/6/2018). Selama 24 jam tersesat, dua orang ini mengaku sudah tiga kali masuk hutan, dan bermalam di sebuah goa. Kepada KABARRAKYAT.ID keduanya bercerita, mereka beberapa kali meminta tolong dengan cara berteriak sekuat tenaganya. Ia mulai mendaki bersama 16 temannya dari Pos Paltuding menuju kawah Ijen sekitar pukul 01.00 WIB dini hari

“Saya masuk hutan naik turun jurang sudah ada tiga kali dan sempat bermalam di dalam goa, kami berteriak, namun tidak ada satu orang pun yang mendengar teriakan kami,” ujar Selvi Ani

Keduanya juga sempat mendaki bukit yang terjal, dan disekitarnya terlihat lembah jurang yang sangat dalam, dan ia juga mengaku berkeinginan untuk mengikuti aliran sungai pada lokasi itu dengan pemandangan tebing yang sangat curam agar bisa cepat menemukan jalan menuju Paltuding.

Baca juga:

“Kami sempat menyusuri sungai di sekitar kawasan Ijen agar bisa menemukan jalan menuju Paltuding, karena kelelahan kami memutuskan istirahat di hutan,” ungkap David

Anehnya saat tim gabungan melakukan penyisiran di tempat ditemukannya. Dengan cara berteriak teriak memanggil kedua nama korban sampil menyalakan lampu penerangan. Namun keduanya tidak sama sekali mendengarnya dan juga melihatnya.

Setelah itu karena tidak memiliki alat penerangan. Kemudian mereka memutuskan untuk mencari tempat semacam goa untuk berteduh dan bermalam di sana, “Ponsel kami mati. Kami mencari goa yang sedikit besar untuk tempat berteduh dan bermalam,” tambahnya.

Pendaki gunung ijen tersesat copy

Foto: Sempat tersesat, dua remaja ini cerita tentang pengalamannya

Selanjutnya pada keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan. Di saat perjalanan sempat terhenti karena adanya kabut tebal yang terus mengikutinya pada hari itu. Kedua pendaki itu semakin panik karena tidak membawa logistik

“Bekal yang kami bawa hanya tersisa dua teguk air di dalam botol mineral, Kami mengira dengan menyusuri sungai bisa sampai ke Paltuding dengan cepat, namun lagi – lagi malah semakin banyak jurang dan masuk hutan. Kami seperti diputer-puter gitu, kita tidak tahu jalan menuju pulang,” katanya.

Diketahui keduanya dilaporkan hilang sejak Selasa (19/6/2018) dan ditemukan sekira pukul 09.10 WIB, pada Rabu (20/6/2018). Diberitakan keduanya berangkat menuju puncak bersama rombongan sebanyak 16 orang temannya, pada Selasa dini hari. Sekira pukul 08.00 WIB korban terpisah, dan rombongannya sudah turun sampai di Paltuding dan kembali ke rumahnya masing masing

Kemudian mengetahui dua temannya belum kembali kerumahnya, anggota keluarga cemas dan terus kembali ke Paltuding dan melaporkannya kepada petugas jaga, bahwa ada anggota keluarganya yang belum turun dari puncak Ijen.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Fajar Suasana usai menerima laporan, dari Tim BPBD yang diterjunkan untuk pencarian kedua korban tersebut. Tim gabungan yang terdiri dari anggota BKSDA, Banyuwangi SAR Independent, Polsek Licin, Koramil Licin, dan dibantu para guide lokal juga ikut mencari keberadaan kedua pendaki yang tersesat itu

Setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan tim dengan menyisir dikawasan lereng dam, lalu tim mendapatkan indikasi keberadaan korban, karena terdapat jejak kaki baru yang menuju ke arah dam.

Akhirnya tim berhasil menemukan keberadaan kedua korban sekira pukul 09.10 WIB dalam keadaan selamat. Selanjutnya korban dievakuasi ke posko pondok bunder dan diberikan minuman dan makanan. Selanjutnya keduanya bersama tim turun menuju Paltuding, Kemudian oleh keluarganya, kedua korban yang sempat dinyatakan hilang itu sudah dibawa pulang ke tempat asalnya di Desa Temuguruh

Sementara itu, beberapa pendaki lainnya mengatakan, “memang benar jika disemua gunung pasti ada yang mbaurekso (yang berkuasa), jadi jangan sembrono kalau mendaki gunung, hampir semua gunung pasti ada cerita mistisnya, kita sebagai pendaki wajib hukumnya dengan menghormati alam dan jangan meremehkannya,” jelas Adlin Mustika Alam

“Gunung merupakan cerminan kehidupan, di perjalananya banyak sekali pelajaran tentang makna kehidupan lika liku terjal serta sejuk dan indahnya alam. Jika kita menghargai alam, pasti alam akan lebih menghargai kita,” pungkasnya.

Reporter: Rohman

Editor: Coi/Choiri

banner 970x90









Loading...

#gunung ijen #pendaki gunung #tersesat

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply