Thursday, October 22, 2020
Home JATIM BONDOWOSO Pendapatan Asli Daerah Bondowoso Turun Karena COVID-19

Pendapatan Asli Daerah Bondowoso Turun Karena COVID-19

REPORTERIfa Bahsa
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Sumber pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bondowoso mengalami penurunan di masa pandemi COVID-19. Semula PAD mencapai Rp. 232.926.089.574,95, terjadi penurunan sebesar Rp. 24.005.605.364,95.

Meski terjadi peningkatan pada penerimaan hasil pengelolaan hasil kekayaan daerah sebesar Rp. 225.867.057,23, namun terjadi penurunan di tiga sektor lainnya.

Penurunan PAD berasal dari penerimaan dari pajak daerah sebesar Rp. 11,5 miliar, penerimaan retribusi daerah sebesar Rp. 5.2 miliar dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah Rp. 7.5 miliar.

Baca : Kepikiran Petani Jatim, Gubernur Cek Stok Kecukupan Pupuk Petrokimia Gresik

“Karena bentuk refocusing untuk Corona ini. Sebabnya itu saja. Pembiayaan dan penanggulangan,” ujar Bupati Salwa Arifin usai Paripurna agenda Penyampaian Nota Penjelasan Bupati KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2020, Jumat (18/9/2020)

Bupati Salwa menerangkan, anggaran pembangunan infrastruktur paling besar mengalami pengurangan. Sehingga, tahun depan Pemkab berupaya lebih maksimal untuk memperbaikinya.

Paripurna DPRD Bondowoso

“Kalau saat ini tidak mungkin cari cara. Walaupun kita sudah berupaya cari dana ke atas. Tapi ini masih proses belum tahu jawabannya,” jelasnya.

Baca : Paripurna DPRD Banyuwangi Membahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2020

Di tempat sama, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bondowoso, Farida menyampaikan secara umum pendapatan Kabupaten Bondowoso terdapat relaksasi yang berpengaruh misal PBB, pajak restoran dan pajak hotel.

Penurunan PAD juga dikarenakan pendapatan pajak penerangan jalan seiring adanya kebijakan pusat yang membebaskan tarif 450 KWh.

Saat ini sebagai tahun transisi dan secara nasional semua berjuang melawan COVID-19. Hal ini berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER