Kamis, November 26, 2020
Beranda KESEHATAN Penderita DBD di Sampang Menurun "Tetap Waspada"

Penderita DBD di Sampang Menurun “Tetap Waspada”

REPORTERJamaluddin

KABAR RAKYAT Penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) karena gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus di Kabupaten Sampang, Madura, menurun.

Plt. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, Agus Mulyadi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Dra. Hj. Hanian Maria Farouq menegaskan saat ini kasus penderita DBD terhitung Januari sampai September 2020 berjumlah 181 kasus DBD.

Baca : Perluas Kampanye Gemarikan, Arumi Berharap Tingkat Konsumsi Ikan di Jatim Terus Meningkat

“Tahun 2020 penderita menurun dibanding penderita DBD tahun 2019. Pada bulan Oktober 2020, belum terdeteksi karena baru awal. Belum ada laporan kemungkinan tanggal 5 – 10 November laporan dari Puskesmas dan Rumah Sakit disampaikan,” kata Dra. Hj. Hanian Maria Farouq pada kabarrakyat.id di kantornya.

Penyakit DBD berdasarkan usia korbannya, penyebarannya masuk di semua kalangan usia, baik dari anak-anak maupun orang dewasa. “Cuman prosentasinya kasus DPD terbesar di derita anak-anak. Saat ini terkendali dan terdeteksi tidak ada kasus yang meninggal,” tuturnya.

Hj. Hanian juga menjelaskan, data DPD berdasarkan pasien di Puskesmas kategori desa endimis DBD : Pertama, Puskesmas Torjun Pasien Desa Dulang dan Desa Pengongsean. Kedua, Puskesmas Pengarengan pasien Desa Pangarengan. Ke-tiga, Puskesmas Kamoning pasien Desa Gunung Sekar, Pangggung, Kamoning.

Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Dra. Hj. Hanian Maria Farouq

Berikutnya yang Ke-empat, Puskesmas Banyuanyar pasien Desa Banyuanyar, Rong Tengah, Dalpenang, Gunung Maddah, Karang Dakem, Aeng Sareh. Ke-lima, Puskesmas Camplong Pasien Desa Taddan, Banjar Talela, Banjar Tabulu.

Dan, Ke-enam Puskesmas Tanjung Pasien Desa Rabasan. Ke-tujuh Puskesmas Omben Pasien Desa Omben. Ke-delapan Puskesmas Jrengian Pasien Desa Sogian. Ke-sembilan Puskesmas Jrengik Pasien Desa Kalangan Prao, Asem Raja, Jrengik

“Kami prioritaskan kesembilan Puskemas tersebut karena 3 tahun berturut-turut sampai sekarang kasus DBD diberikan layanan Abate, namun untuk puskesmas yang lain juga tetap di distribu Abate. Pengawasan diprioritaskan sembilan Puskesmas itu,” terangnya.

Baca : Sate Manuk Emprit Kediri Dipercaya Jaga Stamina

Untuk pencegahan, Hj. Hanian menjelaskan, pihaknya sudah berkooardinasi seluruh SKPD dan Puskesmas untuk segera pengendalian dan penanggulangan dini, sesuai Surat Edaran Gubernur Jatim dan Bupati Sampang.

Masyarakat dihimbau agar selalu melakukan pola hidup sehat, karena peran Masyarakat memutus penyebaran Kasus DBD. Rajin melakukan 3M: menguras, menutup, mengubur.

“Jangan tunggu ada yang sakit DBD. Kalaupun kena, segeralah datang ke puskesmas terdekat atau rumah sakit biar cepat tertangani untuk hindari hal-hal buruk,” pungkasnya.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca