Pengadilan Negeri Banyuwangi Robohkan Enam Rumah Warga Concrong

  • Whatsapp
Tanah Sengketa di Concrong Bwi (2)
Alat berat meluluhlantakan rumah warga Concrong Rogojampi yang telah dikosongkan penghuninya.

KabarRakyat.ID – Setelah sebelumnya empat kali penundaan, Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi resmi mengeksekusi lahan sengketa yang sudah memiliki ketetapan hukum dari Mahkamah Agung (MA) di Dusun Concrong, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Kamis (20/2/2020).

Panitera PN Banyuwangi, Chairoel Fathah menyampaikan, eksekusi dilakukan sesuai putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkracht), Putusan PK Mahkamah Agung RI Nomor 299 PK/PDT/2018, Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 1080 K/PDT/2013, Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Timur Nomor 313/PDT/2004/PT. SBY, serta Putusan Pengadilan Negeri Banyuwangi Nomor 30/PDT.G/2003/PN.BWI. Yang memenangkan pihak penggugat atas nama Ashari bin Junaidi.

Read More

Baca juga: Banyak Pedagang Bayar Retribusi Pasar di Bawah Tarif Ditentukan Dalam Perda

Chairoel menjelaskan, obyek sengketa yang dieksekusi adalah petak 43 seluas 9.800 meter persegi yang didalamnya terdapat persil 97 dan persil 98. Namun tidak semuanya dieksekusi, karena sebelum eksekusi dilakukan sudah ada beberapa pihak melakukan upaya perdamaian. Sedikitnya, ada 5 rumah yang tidak dieksekusi karena sudah ada negosiasi sebelum eksekusi.

“Rumah-rumah tersebut sebenarnya masuk dalam obyek sengketa. Namun urung dieksekusi karena sudah ada nego dan sudah dibeli pada 30 Januari 2019 lalu,” katanya.

Tanah Sengketa di Concrong Bwi (1)
Sukses mengekskusi ahli waris, pengacaranya, kepolisian dan petugas PN tos bersama-sama.

Jika dikemudian hari muncul gugatan lain, kata Chairoel, tetap akan diproses dan diperiksa hingga menemukan titik temu.

Sementara Kuasa hukum penggugat, Wahyu Mustariyanto menyampaikan, eksekusi  tanah Concrong ini baru bisa dilakukan setelah sempat tertunda hingga empat kali penundaan sejak 2 Mei 2019.

Baca juga: Tim Reskrimsus Polda Jatim Segel Galian C di Siliragung

“Selama penundaan-penundaan tersebut, kami sudah melakukan pendekatan kepada pihak-pihak  tergugat ataupun yang menempati lahan, barangkali ada yang mau berdamai. Dan alhamdulillah, dari pihak-pihak yang menempati ada 2 pihak yang sudah berdamai, yakni Agus Sudirman dan Notaris Lindawati. Selebihnya tidak ada yang merespon tawaran damai,” ungkap Wahyu di sela-sela proses eksekusi.

Pihaknya juga memberikan kompensasi bagi pihak-pihak yang bersedia melakukan pengosongan. “Ternyata hingga hari ini (eksekusi), tidak ada yang melakukan pengosongan. Dengan sangat terpaksa, kami melakukan pengosongan hari ini. Kurang lebih ada 6 rumah yang dieksekusi,” ujarnya.

Reporter : Fattahur

Editor : Choiri

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *