Pengerukan Pasir Berkedok Normalisasi Sungai Binau Bisa Merugikan Negara

  • Whatsapp
Satpol PP Tutup Normalisai Liar (2)
SItuasi spadan sungai usai kegiatan muatan kendaraan berat.
Satpol PP ‘lemah’ hanya pasang garis Line Satpol PP tanpa tindakan apapun

Kabar Rakyat – Tidak ada tindakan hukum terhadap pelaku kegiatan pengerukan pasir atau penambangan pasir di sungai berkedok normalisasi sungai di empat lokasi kawasan aliran sungai Binau.

Satpol PP Kabupaten Banyuwangi hanya bisa menutup dengan memasang Line saja.

Read More

banner 645x400

Sedangkan kegiatan pengerukan pasir yang telah berlangsung kurang lebih 15 hari, disinyalir sudah mengeruk keuntungan besar dan merugikan negara ratusan juta rupiah.

Perkiraan harga pasir saat ini @Rp. 500 ribu per dump truk. Sehari kegiatan pengerukan pasir melibatkan puluhan Armada dump truk angkutan material galian.

Faktanya masyarakat sekitar lokasi pengerukan pasir berkedok normalisasi sungai Binau, dalam aktifitasnya menggunakan alat berat becgho dan dump truk berjumlah pulahan armada dumpt truk.

Estimasi, pasir sungai yang dikeruk selama 10 hari. Perhari, satu rate dump truk muatan pasir bisa dua kali perjalanan. Total ada 60 armada. Diperkirakan terkumpul uang penjualan pasir sungai Binau sekali rate, 30 juta rupiah.

Bila satu dump truk mampu dua kali rate, berarti satu lokasi menghasilkan berkisar 60 juta rupiah. Jika dikalikan sepuluhan hari, berarti total penjualan pasir sekitar 600 juta rupiah di satu titik saja.

Bisahkah, para pelaku pengerukan pasir berkedok normalisasi sungai Binau dikenakan pelanggaran pasal 158 Undang-undang R.I. No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Refa’i, SH, Kepala Seksi (Kasi) Penindakan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Banyuwangi dalam pesan singkatnya sambungan Whatsapp,

Related posts

banner 645x400
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *