Pengrajin Kembang ‘Endhog Endhogan’ di Songgon Banjir Pesanan

Pengrajin Kembang telur untuk perayaan endhog endhogan di Songgon

Pengrajin Kembang telur untuk perayaan endhog endhogan di Songgon

Sejumlah desa dan kota di Banyuwangi, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW digunakan untuk perayaan endhog-endhogran. Telur ayam yang dikemas apik dengan kembang kertas lalu diarak keliling lingkungan.

KabarRakyat.ID – Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, perajin kembang telur di Desa/Kecamatan Songgon, semakin berkreatif. Perajin kembang telur untuk perayaan endhog – endhogan untuk tradisi lokal perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW banyak pesanan.

Seorang perajin kembang telur, Hadi Siswanto (35) asal Songgon, mengaku setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad selalu membuat kembang telur. “Pesanan selalu banyak,” katanya.

Hadi mengaku menekuni usaha membuat kembang telur ini sejak lima tahun lalu. Bersama istrinya, Eka Asmawati (30), setiap hari merangkai bunga untuk kembang telur dengan di bantu tetangga rumahnya.

Model kembang telur, ini bervariasi dan beragam aksesori.

“Pokoknya sebulan sebelum peringatan (Maulid Nabi Muhammad), saya sudah mulai mengerjakan,” terangnya.

Model bunga telur yang dibuat pasangan suami istri (pasutri) itu, di antaranya, Barong rejeng, Ogoh-Ogoh, Burung-Burungan dan aneka macam bunga dengan warna yang mencolok agar terlihat menarik.

“Sehari bisa buat 50 hingga 100 bunga telur,” terangnya.

Mengenai harga kembang telur, itu tergantung jenis bahan dan modelnya. Semakin rumit dan detail, maka harganya juga semakin mahal.

“Harganya itu antara Rp1.500 hingga Rp 25.000 per bunga telur,” ungkapnya.

Untuk pemesan selain dari lokal juga ada dari luar wilayah daerah Songgon, seperti dari Rogojampi, Srono, Genteng, pungkasnya.

Reporter: Eko

Editor: Rony DE

banner 970x90









Loading...

#perayaan endhog endhogan #Songgon Banyuwangi #tradisi masyarakatr lokal banyuwangi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 800x600)

    Tinggalkan pesan