Peningkatan Produksi Pertanian Harus Seimbang Kesejahteraan Petani

  • Whatsapp
ilustrasi panen padi. foto. PIXABAY

Bondowoso Lumbung Pangan di Jatim

KABAR RAKYAT – Kebutuhan pangan nasional dalam setahun sekitar 27 juta ton. Sedangkan kebutuhan pangan Bondowoso mencapai 120 ribu ton dalam setahun. Untuk itu, pemerintah daerah dituntut mempertahankan dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura dari Dinas Pertanian Bondowoso, Ir. Winarto menjelaskan tergantung target produksi setiap kecamatan.

Baca: Gubernur Khofifah : Santri Bisa Jadi Jenderal, Guru Besar Bahkan Presiden

“Bondowoso 450 ribu ton setahun. Dari 450 ribu ton berapa luas lahan yang bisa ditanam. Maka dibreakdown per kecamatan dna per desa,” jelas Winarto pada Kabar Rakyat, Senin (29/6/2020).

Sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur, ada seluas 36 ribu hektar lahan produktif di Bondowoso. Sehingga sebagai daerah penghasil beras, kebutuhan pangan terbilang lebih karena masih bisa menyuplai beras ke daerah lain.

“Kalau di tanam hampir tiga kali, luas tanam kita setahun 8 ribu. Kalau produksi enam, itu setara dengan 450 ribu ton beras. Kebutuhan kita hanya 120 ribu. Jadi masih ada 300 an ribu ton yang keluar,” urainya.

Baca: Dinas Pertanian Pangan Minta Masyarakat Hati-hati Beli Daging Murah

Winarto melanjutkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya wajib mencukupi kebutuhan pangan. Tapi juga wajib memastikan kesejahteraan para petani. Caranya meningkatkan produksi beras.

“Percuma suplai daerah lain tapi petani masih miskin,” tegasnya.

Petani di Bondowoso

Sementara itu, Dwi Prasetyo salah satu petani asal dusun Krajan, Desa  Bataan mengaku kesulitan akibat pengurangan alokasi pupuk bersubsidi, namun masih dapat diatasi dengan mengatur jumlah kebutuhan.



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *