Penurunan Angka Kemiskinan Kota Probolinggo Lumayan Berhasil meski Belum Capai 1 Persen

  • Whatsapp

Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin (dok.humas) 

 

KabarRakyat.ID – Kinerja Pemeritah Kota Probolinggo dalam menurunkan angka kemiskinan tebilang berhasil. Data Badan Pusat Statistik ( BPS) menyebut pada Tahun 2018 tercatat 16,90 ribu jiwa dan pada tahun 2019 tercatat 16,37 ribu jiwa.
Kepala BPS Kota Probolinggo Adenan, menilai capaian Pemkot Pronolinggo dalam menekan angka kemiskinan lumayan membuahkan hasil. Dari data BPS terungkap, jumlah penduduk miskin di Kota Probolinggo pada 2018 mencapai 16,90 ribu jiwa setara 7,20 persen. Sejak kepemimpinan Walikota Habib Hadi Zaenal Abidin tahun 2019, penduduk miskin turun menjadi 16,37 ribu jiwa atau sekitar 6,91 persen.

Metode yang digunakan BPS untuk menghitung kemiskinan mengacu konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach).
Dalam praktiknya, BPS menentukan dulu sebuah garis kemiskinan (GK) untuk mengkategorikan seseorang miskin apa tidak. Garis kemiskinan terdiri terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan(GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).

“GKM merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kkal per kapita per hari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi -padian, umbi- umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dan lain-lain).

Sedangkan GKBM adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar non -makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di perdesaan”, kata Adenan, Senin (16/3/2020).

Garis kemiskinan Kota Probolinggo pada Tahun 2019 sebesar Rp 501.505 per kapita per bulan. Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga sebanyak 3 anggota, maka apabila sebuah rumah tangga dengan 3 orang dan pengeluaran konsumsi makan dan non makanannya kurang dari Rp 1.504.515, maka rumah tangga tersebut dinyatakan miskin.

Berdasarkan metode tersebut, maka penurunan kemiskinan di Kota Probolinggo mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan penduduk miskin pada tahun 2019. Bantuan pemerintah berupa sembako atau uang tunai seperti BPNT, akan meningkatkan atau minimal mempertahankan sebuah rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan makananya yang layak. Sedangkan bantuan langsung maupun tidak langsung seperti BOS, PIP, KIS akan meningkatkan kemampuan rumah tangga dalam pengeluaran non makanannya.

Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dalam pernyataanya menegaskan, akan memperbaiki kualitas ekonomi melalui program pembangunan. Hasil surve BPS menjadi parameter penting dalam mengambil arah kebijakan yang lebih konkret. “Kemiskinan menjadi masalah kita bersama. Melalui pendekatan program pembangunan kita harapkan bisa mengurangi angka kemiskinan di Kota Probolinggo. Untuk menyelesaikan masalah kemiskinan perlu dukungan semua elemen masyarakat agar pemerintah bisa fokus menuntaskan program pembamgunan”, pinta Habib Hadi Zainal Abidin.

 

Reporter : Richard
Editor      : Choiri

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *