Penyebar Video Viral Minta Maaf! Polisi Tegaskan Penculikan Anak di Banyuwangi HOAX

  • Whatsapp
Tiga perempuan mintaaf saat gelar pada wartawan di Mapolresta Banyuwangi.
Tiga perempuan mintaaf saat gelar pada wartawan di Mapolresta Banyuwangi.

KabarRakyat.ID – Polresta Banyuwangi amankan tiga pelaku penyebar berita bohong penculikan anak sekolah di Banyuwangi.

Menurut Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, viralnya isu penculikan anak di sekolah itu bermula dengan adanya share-share di grup WhatsApp wali murid di sebuah sekolah. Kemudian, beredarlah video tersebut di media sosial Facebook.

Read More

Berita yang sempat menghebohkan masyarakat itu, lanjut  Arman, langsung ditindaklajuti dengan berpatroli di dunia maya serta melakukan klarifikasi ke sejumlah sekolah dan Dinas Pendidikan Banyuwangi. Hingga kemudian polisi berhasil melacak akun dan melakukan penindakan.

“Akun itu atas nama Anie-Anie, dalam akun tersebut ada perkataaan ‘waspada penculikan sudah merebak ke sekolah yang kebetulan terjadi di SD Kebalenan, Banyuwangi Kota,” katanya.

Baca juga: JLS Blitar Tuntas, Perekonomian Masyarakat Semakin Bergairah

Selanjutnya, kepolisian mengumpulkan sejumlah barang bukti dan mengamankan 3 orang pelaku penyebar berita hoax tersebut, diantaranya berinisial RR, TFK, dan AR. Ketiganya merupakan ibu rumah tangga.

“Dari hasil gelar perkara yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa berita ini merupakan berita bohong atau hoax,”imbuhnya.

Ketiga pelaku itu, kata Arman, mengaku tidak mengetahui kebenaran berita (penculikan anak) tersebut. “Saat diinterogasi, mereka mengaku hanya meneruskan,” terangnya.

Akan tetapi, menurut Arman, kegiatan tersebut merupakan hal negatif dan bentuk pelanggaran karena sudah menimbulkan keresahan di masyarakat. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, ketiga pelaku dijerat pasal 28 (jo) pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Mereka terancam 6 tahun kurungan penjara dan denda Rp 1 Miliar.

Reporter : Fattahur

Editor : Choiri

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *