Kamis, November 26, 2020
Beranda TOKOH INSPIRATIF Perjuangan Putri Agar Anak Desa Soho Rasakan Pendidikan

Perjuangan Putri Agar Anak Desa Soho Rasakan Pendidikan

REPORTERMuajijin/Jin
Tidak berhenti bergerak, Putri pelan-pelan mampu menyadarkan orang tua di desanya yang memiliki anak usia sekolah mau belajar dan membaca buku di Rumah Baca Lentera Wilis.

KABAR RAKYAT – Prihatin terhadap pendidikan anak-anak usai sekolah di Desanya, Putri (23) seorang gadis warga Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, mencoba mendirikan taman baca.

Bukan sebuah perkara mudah untuk memulai usahanya ini, terlebih di desanya masih jauh dari pemikiran-pemikiran moderen.

Pada umumnya, warga Joho bekerja sebagai petani. Dengan kesibukannya mereka jarang sekali memikirkan pendidikan anak-anaknya.

“Rata-rata warga di Desa Joho ini bekerja sebagai petani. Mereka kurang dalam memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Yang penting mereka nanti bisa bekerja dan menghasilkan uang. Hanya seperti itu,” ucap Putri, Rabu (11/11/2020).

Prihatin dengan kondisi tersebut, akhirnya timbul niatan Putri untuk mendirikan taman baca. Dibantu beberapa teman semasa SD, sedikit demi sedikit Putri mulai mewujudkan mimpinya ini.

Berdiri di tahun 2017 lalu, Taman Baca Lentera Wilis berdiri. Menggunakan ruang tamu dan ruang keluarga di rumahnya, Putri dan teman-temannya mulai aktif mengajar literasi kepada anak-anak di Desa Joho.

“Awalnya ide ini saya sampaikan di beberapa teman saya jaman SD. Ternya mereka tertarik, akhirnya jadilah Rumah baca Lentera Wilis ini,” jelas Putri.

Saat baru berdiri, hanya anak-anak sekitar rumah Putri saja yang datang ke rumah baca ini. Mereka rata-rata datang penasaran dengan rumah baca tersebut.

Baca :

Melihat ada antusiasme dari anak-anak di sekitarnya, Putri pun akhirnya tidak hanya sekedar mengajak membaca, namun juga mendirikan tempat belajar.

“Alhamdulillah, anak-anak ini jadi rajin belajar. Mereka juga mau membaca. Apa yang tidak diketahui oleh mereka, akan ditanyakan saat datang ke rumah baca ini,” jelasnya.

Rumah baca lentera Wilis dibuka dari Minggu hingga Jumat. Agar tidak bosan karena melulu belajar, Putri dan kawan-kawan juga mengajak mendongeng. Dari dongeng ini, para relawan menceritakan beragam kisah pengetahuan.

Satu diantara relawan, Alisyah, mengaku sangat senang bisa mengajar di rumah baca lentera Wilis ini. Menurutnya dengan mengajar di Lentera Wilis ini bisa membagikan ilmu, dan turut berjuang memajukan pendidikan, bagi anak-anak yang ada di desa terpencil.

“Kita juga berbagi ilmu dalam mengajar ini. Kita kenalkan mereka kepada profesi-profesi yang mungkin selama ini mereka awam. Jadi adek-adek ini akan memiliki wawasan yang luas.

“Ya rata-rata mereka tidak tahu beragam profesi yang ada. Apalagi profesi yang diluar kebiasaan. Seperti desainer, chef, profesi ini sama sekali tidak tergambar di angan-angan mereka,” jelas Alisyah.

Saat ini sudah ada 30 anak didik yang belajar di Rumah Baca Lentera Wilis. Sementara, ada 15 relawan yang aktif mengajar berbagai mata pelajaran. Para relawan ini bukan hanya dari mahasiswa saja, namun juga pelajar SMA.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca