Perkosa Teman Sekantor Saat Pingsan, Sales Alat Elektronik Diciduk Polisi

  • Whatsapp

Tersangka pemerkosaan teman se-kantor IAP(18) dirilis Polres Probolinggo kota,Jumat (20/3/2020).

 

Read More

KabarRakyat.ID – Kasus dugaan pemerkosaan terhadap sales perusahaan elektroik di Probolinggo akhirnya terugkap. Polisi mencurigai teman seperusahaan yang memanfaatkan situasi ketika korban pingsan tindakan pemerkosaan dilakukan pelaku.

Satuan Reserse Polres Probolinggo Kota menangkap pemuda berinisial IAP(18) warga Jl.Komak Indah, Desa Sumber Kedawung,Kecamatan Leces,Kabupaten Probolinggo. pemuda lulusan SMA ditangkap setelah korban DN (19) warga Jl.KH.Masur,Tembokrejo,Kecamatan Purworejo,Pasuruan mengungkapkan dirinya menjadi korban pemerkosaan.

Peristiwa dugaan pemerkosaan yang terjadi 16 Maret dialami korban di rumah kos-kosan Jl.Juanda,Kelurahan Trisnogar,Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo sekitar pukul 08.30. Diungkapkan Kasatreskrim AKP.Nanang Fendi Dwi Susanto, kasus ini terungkap setelah korban sadar dari pingsan merasa hal aneh.

” Awalnya korban pingsan di tempat kos-nya saat akan berangkat kerja. Saat sadar pakaian yang dikenakan acak-acakan, bahkan BH terlepas. Lebih aneh dan kaget lagi bagian vitalnya korban dirasa sakit. Tidak hanya itu, ia melihat cairan aneh di sekelilingnya dimana, posisi korban sudah berada di kamar orang lain,” jelas AKP.Nanang, Jumat (20/3/202).

Kejadian aneh yang dirasakan DN(19) membuat korban termenung membuat rekan sekantor curiga. DN kemudian mengungkapkan peristiwa yang dialaminya hingga kasus ini dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota.

” Dari hasil Olah TKP dan keterangan korban termasuk saksi-saksi didukung hasil pemeriksaan medis diduga korban mengalami peristiwa pemerkosaan. Kami mecurigai salah satu rekan kerja yakni IAP(18) dimana ia satu-satunya orang yang diminta bosnya mengabil ID cad yang terbawa oleh korban. Dari sini kami melakukan pemeriksaan terhadap terduga dan hasilya dia pelakunya”, beber Kasatreskrim AKP.Nanang.

IAP(18) ketika dikonfertir saat rilis kasus dugaan pemerkosaan mengakui bahwa ia merasa gelap mata saat melihat korban pingsan. Pemuda asal Leces mengatakan, korban sempat ia bopong ke kamar depan. Selanjutnya meraba dan melucuti baju dan celana wanita yang tengah tidak sadarkan diri itu. ” Saya sudah gelap mata terlanjur nafsu kemudia saa setubuhi hanya sekali dan cairan keluar diluar kemudian dilap pakai tisu,”ujarnya.

Dalam perkara ini polisi menetapkan IAP sebagai tersangka setelah alat bukti berhasil dijadikan alat bukti. Diantaranya 1 (satu) buah kaos lengan pendek warna merah dengan gambar kuda dan tulisan “blow blew” di bagian depan. Alat bukti milik korban 1 (satu) buah miniset warna oranye dengan tulisan ELLITE PARIS di bagian depan, 1 (satu) buah celana pendek warna ungu, 1 (satu) buah celana dalam warna krem polos. Termasuk pakaianyang dikenakan tersangka 1 (satu) buah celana jeans panjang warna biru,1 (satu) lembar tissue bekas pakai. Dan 1 (satu) buah perlak (alas tidur) warna coklat dengan motif bunga. akibat perbuatan itu tersangka dikenakan Pasal 286 KUHP.

“Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita yang bukan isterinya, padahal diketahuinya bahwa wanita itu
dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan pidana penjara paling lama Sembilan tahun”, tutup AKP.Nanang Fendi Dwi Susanto dalam rilis kasus permerkosaan di Mapolresta Probolinggo.

 

Reporter : Richard
Editor      :Chori

 

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *