Friday, October 30, 2020
Home EKONOMI Perkuat Ekonomi Berbasis Pesantren, Wagub Emil Harap Jatim Tembus Pasar Halal Internasional

Perkuat Ekonomi Berbasis Pesantren, Wagub Emil Harap Jatim Tembus Pasar Halal Internasional

- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Ditengah pandemi Covid-19, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berharap masyarakat ikut menggeliatkan ekonomi Jatim.

Salah satu sektor diharapkan peran Pondok Pesantren (Ponpes). Sehingga, geliatnya mampu menembus pasar halal hingga ke level internasional.

“Harapan besar agar Ponpes nantinya tak hanya sebagai lembaga penting pembentuk karakter, namun juga lembaga yang punya kontribusi signifikan dalam perekonomian daerah,” ujar Wabug Emil, keynote speaker di Webinar Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2020 virtual di Kantor Bank Indonesia Jawa Timur,(7/10).

Baca : Tak Ada Lagi Zona Merah Covid-19, Gubernur Khofifah : Warga Jatim Jangan Kendor Terapkan 3 M

Wagub Emil menyampaikan, jumlah Ponpes di Jatim saat ini mencapai 4.718 Ponpes. Jumlah itu, terdapat 938.000 santri. Artinya Ponpes miliki SDM besar, hampir satu juta, dirinya mengaku optimis potensi SDM dari Ponpes bisa terus dikembangkan.

“Ini adalah jumlah yang banyak, sehingga mencerminkan potensi dari pondok pesantren. Dimana satu juta santri di dalamnya bisa jadi pilar integritas,” tuturnya.

Karena kondisi itu, dirinya berharap agar Ponpes bisa ambil bagian menjadi penggerak perekonomian hingga menjangkau pasar-pasar halal internasional, dimana Indonesia negara pemeluk Islam terbesar dunia.

“Saya berharap Ponpes di Jatim bisa menjadi penggerak, bahkan trend center untuk mendorong Jatim bahkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi yang bisa menguasai pangsa pasar halal,” ujar Wagub Emil.

Siapkan Tiga Pilar Pendukung Ekonomi Berbasis Pesantren

Untuk menghadapi itu, sebut Wagub Emil, Pemprov Jatim tengah menyiapkan tiga pilar utama, yaitu Santripreneur, Pesantrenpreneur, dan Sosiopreneur.

Untuk Santripreneur, dibawah naungan Dinas Pendidikan Prov. Jatim, rencananya akan memperkuat program pemberdayaan santri. Harapannya bisa menambah pemahaman dan keterampilan para santri menghasilkan produk yang bernilai jual lebih.

Sedangkan program one pesantren one product (OPOP) yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM, rencananya akan melakukan pemberdayaan bekerja sama dengan Koperasi Pondok Pesantren.

Dirinya meyakini bahwa perekonomian Jatim akan sejalan dengan kepentingan kesehatan di masyarakat.

Baca : Bertemu Warga Rogojampi, Bu Ipuk Janji Meningkatkan UMKM Naik Kelas

“Kita tidak ingin krisis kesehatan ini menjadi krisis ekonomi yang berkepanjangan. Justru kita ingin ekonomi bisa dijaga pada level untuk memiliki imunitas terhadap krisis kesehatan,” jelas Wagub yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek ini.

Dirinya berpesan kepada masyarakat agar terus bersama-sama berjuang membangkitkan kembali perekonomian tanpa menomorduakan kesehatan. “Bukan justru menomorduakan kesehatan, tapi bahwa ekonomi membawa imunitas di tengah krisis kesehatan,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca