Permintaan Daging Sapi Asal Madura Meningkat

  • Whatsapp
Sapi-Madura
Foto: Ekspedisi sapi Madura diminati pasar di sejumlah kabupaten di wilayah Tapal Kuda. (dok/yons/kabarrakyat.d)

KABARRAKYAT.ID –  Mendekati lebaran idul fitri, permintaan daging sapi asal kepulauan Madura, mulai ada peningkatan. Hal itu, berdampak pada kenaikan harga jual sapi di pasaran. Bahkan hingga kini pasokan sapi asal kepuluan itu terus berdatangan di pelabuhan tradisional, di Situbondo.

Pantauan di Pelabuhan Tradisional di Situbondo, terlihat, kapal tradisional, pengangkut hewan ternak, dari kepulauan madura, dari Sepudi dan Kangean. Bahkan, pasokan hewan sapi itu, sudah dipesan jauh hari untuk memenuhi kebutuhan pasar di Situbondo, dan sejumlah kabupaten tetangga, seperti Bondowoso, Probolinggo dan Jember.

Bacaan Lainnya

Selain kondisi sapi asal Madura yang tidak terlalu besar, seperti sapi jenis brahman, limosi yang ada di kabupaten Situbondo, atau sapi jenis Bali dengan khas kulit warna merah, diyakini rasa daging sapi asal Madura, lebih khas. Selain lunak, juga mempunyai rasa khas, dibanding sapi yang ada di daratan.

Hanafi, pedagang sapi mengatakan kebutuhan pasar, untuk sapi-sapi asal kepulauan Madura, mulai meningkat. Banyak warga pesan, akan disembelih untuk lebaran korban nanti. “Kalau membeli sapi untuk saat ini harganya terbilang murah. Dibandingkan dengan nanti jelang hari raya korban atau idul adha.

Sejumlah masyarakat, masih mempunyai kesempatan, memelihara dengan penggemukan, untuk kebutuhan lebaran idul adha. Nanti, kondisi sapi akan lebuh gemuk, jika dibeli saat ini.

Hanafi menambahkan, harga mulai naik, karena permintaan juga meningkat dalam minggu ini. Sementara kesediaan, sapi di kepuluan yang masuk kategori pedagang, juga terbatas.

“Adapun harga sapi, saat ini awal hanya dijual Rp. 5-6 juta rupah, dengan berat daging dikisaran 70-90 kg. Kini sudah naik menajdi harga Rp. 9-9,5 juta rupiahper ekornya dengan berat daging yang sama. Saat jelang lebaran dan idul adha, harga bisa naik lebih mahal,” kata Hanafi.

Sulistiyani, Kabid Keswan Dan Masyarakat Vetevriner, Dinas Peternakan Kabupaten Situbondo menyayangkan pihak otoritas pelabuhan, hingga kini belum membangun jembatan, atau dergama husus untuk penurunan hewan yang layak.

Sementara kita melihat, cara menurunkan hewan ternak khususnya sapi asal Madura, harus dilempar ke laut dan ini rawan bagi kondisi hewan. Ini sangat tidak layak bagi kesehatan hewan dan juga jauh dari kelyakan.

“Dulu sempat adanya ponton, pengangkut hewan yang disediakan. Namum kali ini tidak dipakai lagi dan kita berharap pihak otoritas untuk mempertimbangkan, kelayakan hewan, cara menurunkan dengan memberlakukan hewan lebih baik lagi,” tegasnya.

Reporter: Yons

Editor: Choiri

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *