Pernak Pernik Dam Blambangan Srono Simpan Cerita Unik Mistik Dan Kesedihan

213 views
Dam Blambangan saksi penjajahan Belanda

Dam Blambangan, saksi sejarah penjajahan Belanda aset, Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Ft. Choiri / Kabar Rakyat ID

KabarRakyat.ID – Masih tentang Dam Blambangan atau Bendung Blambangan Srono aset bernilai sejarah, DPU Pengairan Banyuwangi, berdiri tahun 1925. Ternyata simpan cerita unik, mistik dan kesedihan.

Pernah ada yang meninggal tercebur, karena korbannya sedang teller minuman keras dan sengaja pesta miras, ada komunitas lelaku mistis yang mengambil air dan mandi di air caruk 9 sungai, ada pula cerita unik tempat pacaran dan pernah jadi tempat mesum.

“Sekarang sudah tidak ada lagi kalau yang untuk mesum mas. Warga Blambangan sudah marah, kalau sampai ada orang mesuk malam hari ditempat Dam Blambangan ini,” kata seorang pegawai honorer DPU Pengairan Kabupaten Banyuwangi pada KabarRakyatID, (9/8/2019).

Makanya, demi menjaga kenyamanan dan keamanan di Dam Blambangan ini, warga Blambangan sengaja pasang papan pengumuman melarang minum-minuman keras dan berbuat maksiat di kawasan ini. Selain tidak baik, juga kawasan ini dulu menurut sesepuh warga pernah ada kesibukan yang luar biasa di jaman Belanda.

“Pertanian disini dulu sangat maju. Perdagangan hasil pertanian dan perkebunan juga hidup. Terlebih lokasi Dam Blambangan kearah timur pelabuhan Muncar, pasar tradisional perdagangan antar pulau dulu juga ada,” kata sumber karyawan honorer DPU Pengairan yang enggan disebut identitasnya.

Bangunan disini, hamper semuanya peninggalan Belanda, termasuk kantor yang sekarang ditempati Korek Air Wilayah Srono, sebagai tempat aktifitas mengatur irigasi pertanian di sejumlah desa tersebar beberapa kecamatan seperti Srono, Muncar, dan lainnya.

alat manual buka tutup air di Dam Blambangan

Alat manual, Dam Blabangan. Ft. Choiri / KabarRakyat ID

Disebelah barat Dam Blambangan, lanjutnya, ada alur sungai caruk tempat bertemunya air dari 9 penjuru sungai dari sejumlah wilayah di Banyuwangi. Tidak sedikit, ada orang yang sedang nadzar atau ritual lelaku dengan mistik datang. Mereka melakukan ritual mediatasi, kemudian mandi dan mengambil air untuk dibawah pulang.

“Kami tidak bisa mencegah, pesannya hati-hati karena menurut saya berbahaya. Tapi mereka berani. Karena mereka datang bukan hanya dari Banyuwangi saja, tapi juga dari luar Banyuwangi,” ungkapnya.

Selain itu, sumber KabarRakyatID juga mengakui kawasan Dam Blambangan ini terbilang angker dan banyak penampakan mahluk astral. “Tapi tidak mengganggu,” ungkapnya.

Papan pengumuman itu, memang permintaan warga Blambangan untuk dipasang. Karena pernah ada kejadian seorang beberapa tahun lalu, ada yang terjatuh dan meninggal dunia. Ternyata sekumpulan anak muda sedang pesta minuman keras. Kemudian mereka mabuk satu diantaranya, jatuh.

Bangunan kokoh peninggalan Belanda di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, salah satunya Dam Blambangan masih terawat dengan baik, meski usia bangunan sudah 94 tahun.

Bangunan bernilai pendidikan sejarah pengelolaan air itu, kini dikelola Korek Air Wilayah Srono, Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Selain masih berfungsi dengan baik. Air bendungan Blambangan masih mampu mengalir ribuan hektar sawar ke sejumlah desa yang tersebar dibeberapa kecamatan di Banyuwangi.

Bangunan Wateruang Blambangan nama lain Bendungan Blambangan, dibangun Belanda pada tahun 1925. (bersambung)

Reporter: Choiri

Editor: Richard

Banner PDI







Loading...

#bendungan blambangan #Dam Blambangan #dpu pengairan banyuwangi

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply