Perubahan Perda Pernyataan Modal PDAM Final

  • Whatsapp

KABARRAKYAT.ID – Pembahasan Raperda Perubahan Perda No. 6 Tahun 2014 tentang penyertaan modal daerah kepada pihak ketiga, khususnya terkait dengan penyertaan modal ke Perusahaan Umum daerah (Perumda) usaha air minum atau PDAM Kabupaten Banyuwangi masuk tahap finalisasi.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) perubahan Perda Penyertaan modal DPRD Banyuwangi, Sugiyo menyampaikan, Pansus bersama eksekutif sepakat ada penyesuaian jumlah penyertaan modal daerah kepada Perumda usaha air minum Kabupaten Banyuwangi sebesar Rp. 200 miliar dengan batas waktu hingga tahun 2021.

Bacaan Lainnya

Revisi nilai penyertaan modal daerah ini, di sesuaikan dengan angka yang tercantum dalam Peraturan daerah sebelum perubahan.

“ Ada tambahan klausul yang mengatur anggaran penyertaan modal daerah kepada PDAM berdasarkan tahun jamak, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, “ ucap Sugiyo saat dikonfirmasi Kabar Rakyat, Jum’at (12/10/2018) di gedung DPRD Banyuwangi.

Jika sampai tahun 2021, penyertaan modal daerah belum mencapai atau lebih dari 200 miliar, maka perda penyertaan modal daerah kepada pihak ketiga, khususnya di PDAM akan direvisi kembali. Penyertaan modal daerah kepada PDAM tidak hanya dana tunai, namun bisa juga berupa aset maupun saham.

“ Beberapa aset yang ada di Dinas PU Pengairan, nantinya akan diserahkan kepada PDAM Banyuwangi, setelah dilakukan appraisal oleh Tim yang dibentuk oleh Pemerintah daerah, “ ucapnya.

Politisi Partai Hanura asal Kecamatan Bangorejo ini menjelaskan, penambahan penyertaan modal daerah kepada PDAM Banyuwangi bertujuan untuk menunjang pengembangan kegiatan usaha dan peningkatan pelayanan kebutuhan air minum bagi masyarakat Banyuwangi.

“ Penambahan penyertaan modal ini perlu, karena selama ini capaian pelayanan kebutuhan air minum bagi masyarakat Banyuwangi masih dibawah 40 persen, sehingga dibutuhkan pengembangan jaringan, “ jelas Sugiyo.

Dengan penambahan penyertaan modal ini, harapanya pelayanan kebutuhan air kepada masyarakat bisa mencapai diatas 40 persen, sehingga PDAM mampu memberikan sumbangsih penerimaan pendapatan asli daerah.

Reporter : Hariyadi

Editor : Coi/Choiri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *