Pesantren Banyuwangi Siap Terapkan New Normal, Ini Syaratnya

  • Whatsapp
Hari Santri Nasional di Bangorejo (1)
Hari Santri Nasional 2019 di Pondok Pesantren di , Bangorejo, Selasa, 22/10/2019. ft. dok/Kabar Rakyat ID

Pertemuan puluhan Ponpes, PCNU dan Gugus Tugas Covid-19

KABAR RAKYAT – Puluhan pengasuh dan pengurus pesantren di Kabupaten Banyuwangi bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) siap terapkan new normal menyambut kedatangan para santri.

Sembari menunggu komando pemerintah pusat untuk mulai penerapannya, para pengasuh menyepakati sejumlah aturan new normal yang bakal diterapkan di lingkungan pondok pesantren.

Read More

Para pengasuh pesantren, PCNU Banyuwangi, Pemkab Banyuwangi dan Polresta Banyuwangi bertemu di aula Kantor PCNU setempat, Minggu (31/5/2020).

“Kami ingin pada pertemuan ini, ada kesepakatan bersama. Tidak mungkin dalam waktu lama pesantren terus ditutup. Kini banyak pesantren yang sudah berancang-ancang kembali mengaktifkan pendidikannya,” ungkap Ketua PCNU Banyuwangi KH. Ali Makki Zaini saat membuka rapat.

Sekretaris II Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Banyuwangi, juga Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono memaparkan tentang Covid-19 dan skema new normal.

Kesepakatan yang dihasilkan, diantaranya masing-masing pondok pesantren akan lebih dulu disterilisasi tempat dengan disemprot disinfektan yang akan dilakukan oleh pemerintah desa setempat.

Pemerintah Desa siap untuk memback-up penyemprotan disinfektan di pondok-pondok,” ungkap Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten (ASKAB) Banyuwangi Anton Sujarwo yang turut dalam rapat tersebut.

Para santri asal dari luar kabupaten, kata dr. Widji, harus membawa surat keterangan sehat. Setibanya di pesantren harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Jika ditemukan gejala maka di rapid test.

Masing-masing pesantren juga harus membentuk satgas penanganan Covid-19 di tingkat pesantren. Para santri harus membiasakan diri protokol kesehatan. Seperti memakai masker, pembelajaran yang mengatur jarak, hingga pembiasaan cuci tangan.

Sementara itu, Pengasuh PP. Al Anwari Kertosari, KH.Ahmad Sidiq mengaku siap menerima santri baru dan santri lama sesuai dengan anjuran protokol kesehatan pencegahan virus korona.

“Sudah ada panduan dari PCNU, dengan pertemuan ini kami malah lebih jelas dan faham. Apalagi juga langsung difasilitasi dan disampaikan langsung dari pihak yang berkompeten,” bebernya.

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *