Sunday, October 25, 2020
Home JATIM BANYUWANGI Polisi Banyuwangi Membentuk Komunitas Bermasker Dukung Penegakan Disiplin Prokes 

Polisi Banyuwangi Membentuk Komunitas Bermasker Dukung Penegakan Disiplin Prokes 

- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Kepolisian, Polresta Banyuwangi mengukuhkan komunitas peduli penegak disiplin protokol kesehatan (Prokes, Senin (21/9/2020).

Mereka dikukuhkan dalam rangka pendisiplinan penerapan adaptasi kebiasaan baru untuk mendukung percepatan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Mereka adalah, penggiat sepeda, tukang ojek, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan Satpam pertokoan di Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin mengatakan, komunitas penegak disiplin bermasker ini dibentuk untuk menyadarkan kembali masyarakat untuk pentingnya bermasker untuk mencegah penularan COVID-19.

“Kita bentuk komunitas ini untuk kembali mengingatkan masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan. Komunitas ini akan melengkapi Kampung Tangguh Semeru dalam memberikan pemahaman tentang protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurut Arman, dengan adanya komunitas kecil ini, penetrasi untuk pemahaman protokol kesehatan lebih optimal. Mereka pun juga nantinya bertugas membagikan masker dan selalu mengingatkan kegiatan protokol kesehatan saat melakukan aktifitas.

Saat ini, kata Kapolresta, pihaknya terus melakukan razia bermasker. Tak hanya di kota, kegiatan juga dilakukan di masing-masing Polsek hingga Desa dan kelurahan. Sanksi tegas pun dilakukan seperti sanksi sosial hingga denda.

“Rutin kita gelar setiap hari. Kegiatan dilakukan di 25 Polsek jajaran. Tak hanya itu, Bhabinkamtibmas pun juga turun ke desa dan kelurahan. Sementara sanksi kita berikan sanksi sosial seperti membersihkan masjid dan selokan. Sanksi denda juga berlakukan saat kegiatan bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik dibentuknya komunitas Peduli Penegak Disiplin COVID-19.

Ini merupakan implementasi dari Inpres Nomor 06 Tahun 2020, Perda Pemerintah Provinsi Jatim Nomor 2 Tahun 2020 dan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 53 Tahun 2020, dalam upaya penertiban disiplin kepada masyarakat guna menerapkan protokol kesehatan secara massif dalam setiap aktifitas masyarakat.

“Semakin banyak yang terlibat akan semakin mengurangi resiko masyarakat tertular COVID-19. Tentunya kami berharap dibentuk lagi komunitas lain dalam memberikan pemahaman protokol kesehatan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, saat ini penyebaran COVID-19 di Banyuwangi semakin banyak. Untuk kasus positif COVID-19 berada pada angka 1.150 orang, pasien sembuh berjumlah 981 orang, meninggal dunia 56 orang, dan perawatan 215 orang.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca