Polisi dan Badan Pertanahan Bentuk Tim Anti Mafia Tanah

  • Whatsapp

BANYUWANGI – Untuk memerangi mafia tanah, Polisi dan Badan Pertanahan membantuk tim gabungan yang disebut Tim Terpadu Memberantas Mafia Tanah. Tim ini resmi dibentuk Kamis (16/11) lalu. Selain perangi mafia tanah tim ini juga diberdayakan untuk perangi pungutan liar (pungli).

Nota kesepahaman antara Polres Banyuwangi dan Badan Pertanahan Kabupaten Banyuwangi ini ditandatangani Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto dan Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Banyuwangi, Muslim Faizi. Penandatangan dilakukan di ruang Rupatama Polres Banyuwangi.

Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto melalui Kasubag Humas AKP Bakin menyatakan kerjasama ini merupakan wujud dari Partnership Building  yang dibangun Polres Banyuwangi. Polres Banyuwangi memang sedang gencar membangun kerjasama dengan instansi terkait untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, tujuan dilakukan kesepakatan bersama ini adalah untuk menyamakan persepsi tentang tata cara penanganan, pencegahan masalah pertanahan, informasi dua arah, efektifitas dan efisiensi permasalahan yang ditangani penyidik. “Tim Polres dan Kantor Pertanahan satu tim untuk menangani mafia pertanahan. Ada upaya penindakan dan perlu ada sharing informasi,” katanya.

Dijelaskannya, tim terpadu tidak hanya menangani mafia tanah. Pungutan liar atau pungli yang terjadi dalam proses kepengurusan tanah juga menjadi sasaran tugas tim tersebut. “Namun, upaya penindakan terhadap pelaku pungli pengurusan tanah menjadi opsi terakhir, karena akan dikedepankan upaya pencegahan,” bebernya.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan perlunya tempat untuk menyimpan barang bukti pertanahan yaitu dokumen yang menjadi permasalahan hukum, dimana dokumen tersebut dijaga oleh petugas. “Sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan dapat segera ditemukan,” pungkasnya.

Reporter : Hujaini

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *