Monday, October 26, 2020
Home PERISTIWA HUKUM Poporsionalitas dan Profesionalitas, POLRI sebagai Penyidik dan JAKSA Sebagai Penuntut

Poporsionalitas dan Profesionalitas, POLRI sebagai Penyidik dan JAKSA Sebagai Penuntut

REPORTERHar/Hartono
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Bahwa lamanya waktu dalam penyidikan dan proses bolak-baliknya Berita Acara Pemeriksaan(BAP) adalah yang menjadi peluang utama terjadinya penyimpangan Criminal Justice System (CJS) dalam bentuk negosiasi dan komersialisasi kewenangan atau pemerasan baik oleh “oknum Penyidik Polri” maupun oleh “oknum Jaksa Penuntut Umum(JPU)”.

Hal ini bisa jadi antara lain yang menjadi timbulnya inisiatif perorangan anggota DPR RI untuk mengajukan Revisi UU Kejaksaan.

Menurut hemat kami dan dari hasil diskusi dengan Ikatan Sarjana dan Profesi Perpolisian Indonesia (ISPPI), bahwa substansi utama yg perlu jadi atensi dan perhatian kita adalah bagaimana mewujudkan proses CJS yg cepat dan murah dan bukan bersaing utk memperoleh dan memperluas kewenangan Instansi Penegak Hukumnya.

Realitas kenyataan sekarang ini proses peradilan dirasakan oleh para pencari keadilan sangat berteletele, yang dianggap sebagai akibat pemisahan secara proporsional antara peran polisi sebagai penyidik dan peran jaksa sebagai penuntut yang diterjemahkan secara formal dan kaku.

Bahwa waktu yg diperlukan utk penyidikan sangat panjang dan setelah adanya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) cenderung ada waktu yg cukup panjang lagi utk bolak-baliknya BAP dengan adanya Petunjuk jaksa berupa P…. yang macam2 itu dari Kejaksaan. Pencari keadilan harus menunggu lama dan dengan biaya besar. Padahal formalitas tersebut bisa dihindari.

Dalam kenyataan praktek sering terjadi hal sebagai berikut; Begitu SPDP dikirim oleh penyidik dan diterima oleh jaksa, maka secara substansial sudah terbentuk forum terpadu antara Penyidik dan JPU.

Mereka sudah bisa bekerja dalam satu tim untuk melakukan penyidikan sekaligus persiapan penuntutan.

Kordinasi dan sinkronisasi ini akan menghilangkan sekat formal dan kaku serta menghemat waktu dan biaya terutama bagi pencari keadilan.

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca