Thursday, September 24, 2020
Home JATIM BANYUWANGI Positif COVID-19 Meningkat, Pelonggaran Aktifitas Masyarakat Bakal Diperketat

Positif COVID-19 Meningkat, Pelonggaran Aktifitas Masyarakat Bakal Diperketat

REPORTERHariayadi
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Kecenderungan kasus positif COVID-19 meningkat di Kabupaten Banyuwangi. Membuat Pemerintah daerah mengevaluasi pelonggaran aktivitas masyarakat dan kembali akan diperketat.

Tercatat di sepuluh hari terakhir, trend temuan kasus harian konfirmasi positif di Banyuwangi meningkat sangat pesat.

“Kemarin kita berhasil  menemukan 45 kasus konfirmasi positif COVID-19 baru, ini merupakan rekor di Banyuwangi di luar kluster pondok Blokagung, secara nasional juga mengalami hal yang sama ada 3.861 kasus tambahan,“ ucap dr. Widji Lestariono kepada Awak Media, Sabtu (11/09/2020).

Baca: Orang Terpapar COVID-19 di Banyuwangi Bertambah, Buka Situs Resminya

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono mengatakan, kenaikan angka kasus konfirmasi positif COVID-19 ini menjadi keprihatinan semua pihak.

Maka dari itu untuk mencegah penyebaran penularan COVID-19, Gugus Tugas bersama seluruh stakeholder telah merusmuskan dan mengambil langkah-langkah yang lebih radikal.

“ Jika selama ini protokol kesehatan terlihat longgar di masyarakat, Insyallah mulai besok akan kembali diperketat, Bupati Banyuwangi memerintahkan untuk segera membuat surat edarannya,“ ucap dr. Rio.

Baca: Tekan COVID-19 Polresta Banyuwangi Libatkan Tokoh Masyarakat Bagi Masker Gratis

Penerapan pengetatan aktivitas masyarakat akan secepatnya dilakukan, jam buka cafe, restauran, pusat perbelanjaan dibatasi hingga pukul 20:00 WIB.

Kegiatan-kegiatan yang diselenggaran oleh masyarakat seperti hajatan pernikahan, khitanan, wisuda dan lain-lain, syarat-syarat protokol kesehatannya akan diperketat.

“ Gugus Tugas Penanganan COVID-19 akan kembali turun melakukan assesment terhadap tempat layanan publik, hotel, retauran, tempat hiburan, pabrik untuk menilai kesesuaianya terhadap protokol kesehatan,“ ucapnya.

Baca: Komisi IV: Anggaran Pembangunan Berkurang 50 Persen untuk COVID-19

Rio menambahkan, salah satu indikasi penyebab meningkatnya kasus konfirmasi COVID-19 baru adalah longgarnya dan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, seperti banyak yang tidak mengunakan masker, tidak menjaga jarak bahkan jarang cuci tangan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER