Demo Emak-Emak di Probolinggo “Bebaskan Kota Dari Seks Bebas”

  • Whatsapp
IMG-20190819-WA0082
Foto : Aksi Demo emak-emak di Kota Probolinggo minta bebaskan kota dari seks bebas, Senin (19/8/2019).

KabarRakyat.ID – Ratusan emak-emak anggota Muslimat, yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Kota Probolinggo desak Walikota Probolinggo untuk tidak memperpanjang ijin operasional hiburan malam.

Ratusan ibu-ibu ini berharap kota Probolinggo bebas dari praktek kemaksiatan. Yang menarik poster bertuliskan “Bebaskan Kota Kami Dari Seks Bebas”.

Read More

Aksi penyampaian pendapat oleh ratusan emak-emak bersama ratusan satri di depan Kantor Pemerintahan Kota Probolinggo  dan DPRD setempat, Senin (19/08/2019), menindak lanjuti sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo. MUI bersama 11 Ormas Islam mendukung sikap kukuh Walikota Probolinggo Hadi Zaianal Abidin yang tidak lagi memberikan perpanjangan ijin operasi dua lokasi tempat karoke keluarga Pop City dan 88.

“Kami menggelar aksi damai meminta Walikota membersihkan tempat-tempat kemaksiatan di hiburan malam. Dan bebaskan kota kami dari seks bebas”, kata Musyarofah salah satu peserta aksi demo damai, Senin (19/8/2019).

Para ibu-ibu nampaknya mulai gerah dengan sejumlah hiburan malam yang dicurigai sebagai ajang kemaksiatan di lokasi karoke itu. Pesta miras dan keonaran di sekitar lokasi karoke membuat para ibu jengah. Mereka juga kuatir tempat tersebut sumber kenalakan remaja. Dan tidak mendidik untuk perkembangan warga kota.

Mendengar aspirasi warganya Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, Pemkot akan terus melakukan upaya perbaikan tatanan sosial masyarakat. Salah satunya menertibkan lokasi hiburan malam yang menuao kritik kaum emak-emak ini.

“Misi kami selaku kepala daerah berkomitmen ingin menjadikan Kota Probolinggo, terus lebih baik, dan berkembang maju serta bermartabat”, tandasnya.

Walikota lebih memilih emoh komentar lebih jauh atas kebijakan menonaktifkan ijin operasi lokasi karoke itu.

Sememtara sikap DPRD Kota Probolinggo merekomendasikan agar persoalan penghentian ijin hiburan malam ditinjau ulang. Dan mendengar keluhan para pengelola tempat hiburan yang terdampak kebijakan Walikota. Rekomendasi DPRD ini berdasarkan hasil dengar pendapat komisi I, II dan III bersama para pihak termasuk MUI Kota Probolinggo, 6 /8/2019 lalu.

Ketua DPRD Agus Rudi Ghafur menegaskan, DPRD menampik rumor meminta Walikota mengeluarkan ijin dua lokasi karoke tersebut dibuka kembali.  Pernyataan ini diungkapkan kepada perwakilan aksi damai di gedung DPRD, Senin siang (19/8/2019).

Reporter: Richard

Editor: Choiri



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *