Kamis, Januari 21, 2021
Beranda JATIM BANYUWANGI Pria Tewas di Purwoharjo Ini Dianiaya Remaja Mabuk Oplosan

Pria Tewas di Purwoharjo Ini Dianiaya Remaja Mabuk Oplosan

REPORTERJaenudin

KABAR RAKYAT – Seorang pria luka parah akhirnya meninggal dunia di kawasan Glagahagung Purwoharjo Banyuwangi ini diyakini menjadi korban penganiayaan tiga remaja yang dipengaruhi minuman keras alkohol. Terbukti ada temuan plastik isi minuman keras beralkohol.

Informasi dilapangan, korban pidana penganiayaan pertama kali ditemukan seorang warga yang melakukan ibadah sholat subuh. Saat itu korban masih bernafas, namun evakuasi ke Puseksmas Purwoharjo meninggal di jalan.

“Saat dievakuasi kondisi korban masih bernapas, namun saat dievakuasi menuju puskesmas sekitar 30 menit kemudian korban menghembuskan napas terakhir,” ujar Kapolsek Purwoharjo AKP Endro Abrianto dikonfirasi wartawan mewakili Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Arman Asmara Syarifudin.

“Identitas korban diketahui Debi Kurniawan 32 tahun warga Dusun Jatimulyo RT9 RW1 Desa Glagahagung,” jelasnya.

Dilokasi kejadian, Polsek Purwoharjo bersama Tim Inavis Satreskrim Polresta Banyuwangi melaksanakan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti pendukung yang mengarah pelaku penganiayaan.

Kronologisnya, AKP Endro menjelaskan, awal korban bersepeda motor Honda Scoopy No.Pol. P-6470-UN seorang diri melaju dari Barat ke Timur. Sampai di TKP diperkirakan ada tiga remaja pesta miras dalam kondisi teler berat.

Kemudian diduga korban tidak terima diteriaki tiga remaja yang terpengaruh miras. Akhirnya korban menghampiri remaja itu. “Korban berbalik arah dan menanyakan maksud ketiga remaja itu meneriakinya,” paparnya.

Korban dan pelaku sempat adu mulut. Kemudian seorang remaja memukul kepala korban hingga jatuh tersungkur ke tanah. Melihat korban berdiri remaja kembali memukul dengan balok kayu hingga tidak sadar diri.

“Dilihat dari luka yang diderita, diduga korban merupakan korban pengeroyokan,” ujar Kapolse Purwoharjo AKP Endro.

Puas melampiaskan amarahnya, tiga remaja kabur dan membiarkan korban terluka parah terkapar di jalan desa. “Korban terluka bagian hidung, pelipis, bibir dan juga leher. Dari pemeriksaan tim medis korban meninggal karena gegar otak akibat benda tumpul yang dipukul pelaku dari bagian belakang,” terangnya.

Ditegas AKP Hendro, sejumlah barang bukti milik korban Honda Scoopy, potongan kayu untuk memukul, ponsel Samsung milik korban, satu plastik isi miras jenis tuak, satu buah teko plastik, satu buah gelas kecil dan sandal jepit korban, telah diamankan polisi.

“Saat ini sudah dilakukan penyedilikan, untuk kemungkinan menangkap pelaku-pelakunya,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca