Rabu, November 25, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Program Listrik Buah Naga Banyuwangi Raih Penghargaan

Program Listrik Buah Naga Banyuwangi Raih Penghargaan

REPORTERHariyadi/hms

KABAR RAKYAT – Program Listrik Untuk Sang Naga di Banyuwangi meraih penghargaan di ajang Indonesian CSR Awards (ICA) 2020.

Listrik Untuk Sang Naga merupakan program elektrifikasi masif terhadap sektor pertanian untuk mengembangkan dan meningkatkan produktivitas buah naga di Banyuwangi.

Dalam ajang ICA 2020, CSR PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur yakni Listrik Untuk Sang Naga raih kategori platinum untuk kategori Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat. Penyerahan penghargaan dilakukan di Jakarta 6 November 2020.

General Manager PLN UID Jawa Timur Nyoman S Astawa menyampaikan kebanggaannya karena sejumlah program Bina Lingkungan PLN UID Jatim telah memperoleh penghargaan Platinum, salah satunya program Listrik Untuk Sang Naga di Banyuwangi.

“Platinum Award ini semakin memacu semangat kami untuk terus hadir di tengah-tengah masyarakat Banyuwangi. Tidak hanya untuk memberikan layanan kelistrikan yang andal, namun juga memberikan dukungan terhadap upaya pemberdayaan masyarakat dan program-program pembangunan daerah, ”ujar Nyoman.

Indonesian CSR Awards (ICA) 2020 sendiri merupakan penghargaan tahunan di bidang CSR yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD) dengan Badan Standardisasi Nasional dan Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Acara ini digelar untuk dampak dampak, program percaya dan keberlanjutan CSR kepada penerima manfaat.

Nyoman menjelaskan Listrik Untuk Sang Naga merupakan program elektrifikasi masif terhadap sektor pertanian sebagai bentuk kepedulian PLN untuk mengembangkan dan meningkatkan produktivitas buah naga di Banyuwangi.

“Bentuk kepedulian ini berawal dari sosialisasi dan edukasi induksi pembungaan / penyinaran kepada petani di wilayah Kabupaten Banyuwangi, standarisasi K2K3 dan IML pada kebun buah naga sehingga tanaman dapat berbunga dan berbuah secara optimal,” kata dia.

PLN menginisiasi Integrasi sektor pertanian dan pariwisata buah naga dengan melibatkan pemangku kepentingan yang terkait dan memberikan promo bagi petani buah naga.

Mulai dari diskon pasang baru, diskon tambah data, tarif khusus penyambungan sementara, jemput bola registrasi, konsultasi teknis IML, pembayaran dengan cicilan dan lainnya.

“Hingga 2020 terdapat 3,659 hektar ladang buah naga berlistrik yang produksinya mencapai 944.022 Ton serta menyerap tenaga kerja sebanyak 9720 orang,” jelasnya.

Program ini juga memberikan dampak yang besar bagi petani buah naga. Salah satunya lamaran salah seorang petani buah naga, Husnul Ibad.

“Sebelum membawa lampu tahap untuk 3/4 Hektar hanya mencapai 150 juta tapi sekarang bisa mengatur di luar musim sehingga pendapatan bisa sekitar 500 juta per tahun,” ungkap Husnul.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan apresiasinya kepada PLN, karena telah disebarkan ke masyarakat telah membawa dampak yang besar bagi petanii di Banyuwangi.

“Listrik telah meningkatkan produktivitas buah dan meningkatkan kesejahteraan petani. Harapan kami, semoga inovasi kelistrikan tidak hanya diimplementasikan untuk buah naga, namun juga terus disebarkan untuk sektor-sektor pertanian yang lain ”tandas Anas.

Sebelumnya, Bupati Anas juga mendapat penghargaan dari PLN tokoh sebagai yang mendukung pengembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah. Ada sejumlah program yang didukung Anas dan berdampak pada pengembangans sektor pertanian.

Selain Listrik untuk Sang Naga, juga ada program Integrasi sektor wisata dan pertanian berbasis listrik lewat program PLN Peduli Taman Suruh dab Wisata Petik Buah Naga Listrik.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca