Proyek Sepi, Desainer Arsitektur Ini Pilih Pulang Kampung Buka Cafe Mini ‘Sun Coffe’

  • Whatsapp

Sun Coffe
Sunaryo atau Baidin Pemilik Sun Coffe, Desa Sumberbulu Kec. Songgon.

Kisah Perantau di Pulau Dewata Bali Terdampak Pandemi COVID-19 Pulang Kampung

KABAR RAKYAT – Sun Coffe yang beralamat di jalan raya Desa Sumberbulu Kecamatan Songgon Banyuwangi ini menjadi tempat tongkrongan baru bagi penikmat Kopi Songgon.

Suasana Sun Coffe dijamin nyaman dengan nuansa klasik berarsitektur unik dari bahan bekas bangunan lama dipadu taman bunga nuansa perdesaan yang asri.

Jika kamu penikmat kopi tulen, Sun Coffe menjadi rekomendasi menikmati Kopi Songgon. Dijamin betah berlama-lama sambil nikmati menu Sun Coffe.

Konsep unik tongkrongan minum Kopi Songgon, milik Sunaryo akrab disapa Baidin, asli Songgon, berpengalaman bidang desainer arsutekture dan berprofesi Pemborong Bangunan sebelum pandemi COVID-19 melanda Pulau Dewata Bali, pada awal Maret 2020 lalu.

Sepinya pekerjaan di Bali, akibat COVID-19. Mebuat Baidin putar arah mencari harapan hidup baru dengan pilih pulang kampung di Desanya Sumberbulu menciptakan usaha baru. Konsep Cafe Mini di Desa kini sudah berdiri diberi nama Sun Coffe.

“Saya berniat pulang kampung ingin membuka usaha baru di desa, membuat Sun Coffe, tempat ngopi atau cafe mini untuk penuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Kebetulan saya dengar desa saya sedang tumbuh wisatanya. Semoga Sun Coffe ini bisa memberi warna,” ungkap Baidin(19/1/2020).

Cafe Mini, Sun Coffe

Pengalaman hidup Baidin diterpa pandemi COVID-19 sedikit dibagikannya, sejak awal pandemi sempat dia dan keluarga bertahan tiga bulan di Bali. Sekalian selesaikan pekerjaan sisa kontrak didapat sebelum pandemi COVID-19.

“Sejak pandemi COVID-19 melanda karena sepinya pekerjaan di Denpasar, sampai 4 bulan nyaris saya sudah tidak bekerja. Tetap bertahan tiga bulan bertahan di Bali untuk tuntaskan sisa kontrak,” tambahnya.

Tekat Baidin pulang desa Sumberbulu sudah bulat. Selama dua bulan rencana usaha cafe mini dari bekas bangunan mulai matang. Ia menata area pekarangan wujudkan cafe mini dari uang sisa kerja di Bali.

“Caffe Sun coffe saya ambil dari nama depan nama asli saya Sunaryo. Saya bangun dengan konsep sederhana dan kemasannya dari bahan bangunan bekas agar tidak keluarkan modal banyak. Namun tetap punya nilai artistik klasik unik khas desa. Agar para penikmat Kopi Songgon betah disini,” imbuhnya.

Usaha Cafe Mini, Sun Coffe di Desa Sumberbuluh milik Baidin dibuka sejak 29 Desember 2020. Meskii belum genap sebulan dibuka sudah banyak diminati para penikmat kopi dan kuliner yang datang.

Sun Coffe menjadi harapan baru yang besar bagi Baidin dan keluarga sebagai ladang ekonomi untuk mengais rejeki.

“Alhmdulilah sudah banyak pelanggan datang dan betah ditempat saya. Semoga pandemi cepat hilang dan dunia usaha kembali pulih. Juga ekonomi keluarga bisa bangkit dan ikut mewarnai perkembangan desa saya sebagai desa wisata,” pungkasnya.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *