PSHT Dan Warga Sukorejo Bacakan Deklarasi Damai

  • Whatsapp
Warga Sukorejo dan PSHT
DAMAI: Warga Sukorejo dan PSHT, berkumpul di kantor desa, disaksikan Muspika Bangorejo. (16/8/2019). Ft. Jaenudin

KabarRakyat.ID – Jelang kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Kedua pihak antara PSHT dan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo membacakan 7 poin deklarasi damai, “Banyuwangi Rukun Indonesia Maju”, bertempat di Kantor Pemerintahan Desa setempat, Jum’at (16/8/2019).

Kepala Desa Sukorejo, Samsudin mengatakan rekonsiliasi menghasilkan poin perdamaian. Hari ini mereka sepakat merajut silaturahmi dan kembali hidup berdampingan rukun dan damai. Mereka bertekat menolak aksi kekerasan yang bisa memecah belah persatuan anak bangsa.

Read More

Hasil rekonsiliasi kemarin, pelapor pengeroyokan dan pelapor perusakan semuanya telah mencabut perkara di kepolisian dan sepakat berdamai. Nantinya, salah satu masyarakat yang sempat di tahan ini, penangguhan.

“Semua ini ada cara proses yang dilalui sesuai prosedur yang ada,” ungkap Kades Samsudin.

Pasalnya masyarakat menghendaki segera kembali, dan berkumpul sama keluarganya. Hari ini sengaja dibacakan 7 poin kesepakatan, disaksikan PCNU dan Kepolisian, agar seluruh masyarakat tahu hasilnya. Kembali dibacakan kades;

Kedua belah pihak sepakat saling meminta maaf dan saling memaafkan atas insiden kekerasan dan atau pengerusakan yang diduga dilakukan oleh anggota PSHT Banyuwangi dengan warga Desa Sukorejo.

Kedua belah pihak sepakat demi asas kemanfaatan hukum, untuk tidak saling melaporkan atau mengadukan atau menuntut secara hukum baik pidana ataupun perdata dan mencabut laporan atau pengaduan yang sudah masuk di Kepolisian.

Kedua belah pihak sepakat untuk membina dan atau mengkondisikan anggota dan atau warga masing – masing untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memancing keributan antara kedua belah pihak, misalnya konvoi yang tidak tertib, kekerasan dan atau pengerusakan dan atau tindakan melanggar hukum lainnya.

Kedua belah pihak sepakat secara gotong royong membantu korban atas kerugian yang dialami akibat insiden kekerasan dan atau pengerusakan dalam waktu dan tempo yang sesingkat singkatnya.

Kedua belah pihak sepakat untuk saling menahan diri dalam memberikan stetment atau pernyataan di media sosial dan atau media lainnya yang dapat memicu kesalahpahaman.

Kedua belah pihak sepakat apabila ada perselisihan dikemudian hari maka akan diselesaikan secara musyawarah mufakat.

Reporter : Jaenudin

Editor : Setiawan



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *