Rabu, November 25, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Pulihkan Pariwisata, Kemenparekraf Sosialisasi Program Bisa dan GPM di Banyuwangi

Pulihkan Pariwisata, Kemenparekraf Sosialisasi Program Bisa dan GPM di Banyuwangi

KABAR RAKYAT – Pulihkan sektor Pariwisata Indoensia. Dua program penting, Gerakan Bersih Indah Sehat dan Aman (BISA) dan Gerakan Pakai Masker (GPM) dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) diedukasi ke pelaku Wisata di Banyuwangi.

Kegiatan Bisa dan GPM itu dilaksanakan di destinasi Pantai Pulau Santen, Banyuwangi, Sabtu (5/9).

Kurang lebih ratusan orang mendapat edukasi pentingnya memakai masker dan menjaga kebersihan di area wisata.

Baca: Perupa Banyuwangi On The Spot di Pameran Kepurbakalaan

Hadir langsung R. Kurleni Ukar Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf didampingi Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Juga Ketua GPM Sigit Pramono yang terhubung secara virtual.

Selain di Banyuwangi, kegiatan program BISA dan GPM ini juga dilaksanakan di Malang dan Probolinggo tepatnya di area Gunung Bromo.

Dijelaskan Deputi Kemenparekraf tersebut, bahwa Gerakan BISA dan GPM adalah dua program yang digabung sebagai upaya untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata. Salah satunya terus untuk bermasker.

Baca: Tak Bermasker, Warga Bondowoso Disanksi Bersihkan Pemakaman

“Program Bisa dan GMP ini bagian dari kampanye penggunaan masker yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Sekaligus untuk mengedukasi pelaku pariwisata, bahwa sektor pariwisata tetap eksis,” jelas R. Kurleni Ukar.

Dikatakan juga, Indonesia harus bisa memberi kepercayaan bagi wisatawan. Lewat Gerakan BISA dan GPM ini kepastian kebersihan dan hieginitas tempat wisata menjadi tolak ukur traveler.

Untuk dua aksi BISA dan GPM, di Banyuwangi kata Deputi Kemenparekraf itu, contoh daerah yang telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik di sektor pariwisata.

Baca: Pemprov Jatim Perkuat Konsolidasi Pencegahan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Banyuwangi juga melakukan sertifikasi tatanan baru sektor wisata dengan melibatkan ahli kesehatan. Demikian juga tempat kunjungan wisata kuliner mendapat semacam sertifikat new normal. Yang melanggar sudah tentu diberi sanksi.

Dijelaskan, bahwa konsep wisata yang harus dipenuhi seluruh pelaku usaha pariwisata daerah. Bahwa pariwisata ke depan, tidak lagi sekedar menyajikan leisure. Konsepnya adalah wisatanya aman, bersih, dan sehat.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca