Puluhan Situs Meghalitikum di Bondowoso Rusak?

223 views
Benda purbakala di Bondowoso (1)

Foto: 36 benda meghalitikum, aset benda purbakala di Kabupaten Bondowoso

KABARRAKYAT.ID – Puluhan situs purbakala di dusun Pedukuhan Daringan, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan terancam punah. Sehingga 36 benda meghalitikum itu  banyak yang rusak, dan sebagian ada yang sudah dipindah dari posisi awal. Diduga kerusakan akibat pembangunan perluasan pabrik PT. IKP (Indah Karya Plywood).

Benda meghalitikum tersebut diantaranya 33 buah batu kenong, dua buah sarkofagus insitu dan satu buah patung meghalitikum insitu. Jumlah ini  merupakan benda purbakala yang ditemukan dipermukaan tanah, belum lagi yang ditemukan di dalam tanah sekitar 18 benda megalitik. Namun, jumlah megalitik di dalam tanah masih diperkirakan lebih dari itu, mengingat ada sekitar 30.000 meter persegi lahan yang akan menjadi perluasan pabrik.

Harimas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (16/5/2019) menuturkan, lokasi berdirinya puluhan benda meghalitikum itu sebenarnya masuk wilayah cagar budaya yang telah memiliki SK dari Gubernur.

“Sangat disayangkan sekali perluasan pabrik ini justru dilakukan tanpa melalui prosedur penanganan benda meghalitikum. Kasi Kebudayaan telah menyampaikan beberapa kali bahwa ini harus dilakukan secara prosedur dulu, harus ijin. Ternyata saya tanyakan ijinnya tidak ada. Pak Camat juga tidak tau dan terus yang dibagian perijinan saya konfirmasi bahwa tidak ada yang mengajukan itu,” paparnya.

Benda purbakala di Bondowoso (2)

Foto: Harimas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso

Ia juga menambahkan, memang tanah tersebut adalah milik warga sekitar yang telah melalui proses akte jual beli melalui notaris. Namun demikian, lanjut Harimas, Camat Grujugan tak mengetahui hal tersebut. Karena itulah, Dikbud Bondowoso meminta agar  perluasan pabrik tersebut ditangguhkan terlebih dahulu.

“Pihak  kami tidak bisa kemudian membuat kesepakatan lebih dari itu, karena untuk membuat keputusan perlu dilakukan pertemuan lebih lanjut dengan berbagai pihak. Saya lapor ke Pak Bupati, Pak Sekda, dan Pak Wabup juga. Pak Sekda menyampaikan sudah saya perintahkan untuk Perijinan supaya ditangguhkan dulu kalau itu mengajukan, tidak boleh dengan Pak Sekda waktu itu,” tegas Harimas.

Selanjutnya saat ditanya kemungkinan adanya gugatan mengingat telah terjadi transaksi tanah, Harimas menjelaskan bahwa pihaknya meminta masukan dari Tim Cagar Budaya Provinsi, dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur.

“Saya tadi minta masukan dari Tim Cagar Budaya Provinsi. Termasuk yang dari Trowulan. Jadi tidak bisa Trowulan itu bisa langsung memberikan ijin karena cagar budaya ini disamping sudah memiliki keputusan dari Gubernur juga masuk dari wilayah Bondowoso,”pungkas mantan Sekertaris DPRD Bondowoso itu.

Reporter : Ifa

Editor : Choiri

Banner PDI







Loading...

#benda meghalitikum #bondowoso #Cagar Budaya

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply