Puluhan Ulama Bondowoso Tolak People Power

168 views
anti gerakan people power (2)

Foto: Acara deklrasi dama pasca Pemilu 2019

KABARRAKYAT.ID – Puluhan  ulama dan tokoh masyarakat di Bumi Ki Ronggo, Kabupaten Bondowoso, menggelar deklarasi menolak gerakan makar maupun People Power  di Indonesia. Deklarasi damai tersebut digelar di Masjid Al Falah  Desa Pancoran Kecamatan Kota, Rabu petang (15/5/2019).

Deklarasi tersebut  dibalut dengan suasana silaturahmi antar Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan para guru ngaji.

Salah satu ulama, pemimpin deklarasi, KH Kurdi Sulaiman Pengasuh Pondok Pesantren Al Furqon Kecamatan Jambesari menjelaskan, bahwa kegiatan itu mayoritas dihadiri tokoh dan warga Nahdliyin. “Kegiatan ini untuk mengapresiasi hasil kerja KPU dan Bawaslu,” jelaasnya saat dikonfirmasi awak media usai acara.

Dia juga menjelaskan, bahwa seharusnya tidak ada gerakan people power. “Kalau ada seperti itu semacam kurang percaya kepada hasil KPU kan gitu,” sambungnya.

Menurutnya, people power adalah kegiatan yang inkonstitusional. Bahkan secara agama juga tidak dibenarkan, karena agama menganjurkan untuk taat kepada pemerintahan. “Ini kan berjalan sekian lama, lima tahun sekali, dan bukan hanya kali ini. Masyarakat itu harus tunduk pada undang-undang dan peraturan pemerintah yang ada,” harapnya.

Sebelum deklarasi damai itu dibacakan, mereka menyatakan sikapnya untuk menerima hasil yang akan diumumkan oleh KPU RI, terkait hasil Pemilu 2019. Beberapa hal yang disampaikan dalam deklarasi tersebut.

Yakni, pertama, “Kami mewakili ulama dan toko masyarakat Bondowoso menyampaikan apresiasi kepada KPU Bawaslu, TNI dan Polri sukses mengawal dan melaksanakan Pemilu 2019 dengan baik damai dan lancar”.

Kedua, “Kami juga turut berbelasungkawa atas gugurnya aparat dan petugas Pemilu dalam menjalankan tugasnya semoga menjadi amal yang diterima di sisi Allah SWT”.

Ketiga, “Kami mengimbau kepada masyarakat khalayak agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas atau hoaks sehingga dapat memicu tindakan yang menyalahi undang-undang

Keempat, “Kami mengecam akan adanya gerakan people power yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia”.

Hal senada juga disampaikan oleh Gus Alibasri Ketua Panitia sekaligus penggagas acara tersebut.

“Kegiatan ini sebagai wujud apresiasi terhadap perjuangan KPU, Bawaslu, TNI dan Polri dalam pengawalan dan pelaksanaan Pemilu 17 April kemarin, yang telah terlaksana dengan baik, aman dan kondusif,”papar Putra Kyai Kurdi Sulaiman .

Sejumlah Kyai ternama dan public figure,imbuh Alibasari  juga turut hadir dalam deklarasi damai itu.

“Ada Mas Syaifi Pekauman, Gus Isomuddin mewakili Bupati Bondowoso, Kyai Kurdi Sulaiman pengasuh Ponpes Al Furqon, Mas Irsan mewakili Wabup , juga perwakilan Muspika.”ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini yang ketiga kalinya.

“Dua kegiatan hanya kapasitasnya sebagian kecil , yakni tokoh masyarakat dan tokoh agama di pedesaan. Titiknya di Pujer, lingkup kota, dan di sini . Terselenggaranya kegiatan ini berasal dari  kepedulian saya dan teman-teman. Karena juga adanya kondisi ditengah masyarakat yang sudah mulai meresahkan. Karena banyak terjadi kegaduhan baik adu fisik seperti di Madura karena adanya gerakan people power ini,”imbuhnya.  Usai deklarasi, puluhan  ulama Bondowoso tersebut, berkomitmen akan tetap menyerahkan sepenuhnya pada keputusan KPU RI.

Reporter : Ifa

Editor : Choiri

Banner PDI







Loading...

#Aksi Damai #people power #tolak people power

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply