Puluhan Warga Menggeruduk Kantor KPU Bondowoso

197 views
banner 468x60)

Foto: Warga pelipat surat suara pemilu gruduk KPU Bondowoso. (Ifa)

“Mereka menuntut kejelasan honor tenaga borongan pelipatan surat suara Pemilu 2019 yang belum diterimanya”

KABARRAKYAT.ID – Puluhan warga yang terlibat dalam pelipatan surat suara pemilu 2019, menggruduk kantor KPU Bondowoso, Senin (1/4/2019).

Kedatangan mereka menuntut kejelasan honor tenaga borongan yang belum diterimanya.

Sri Ningsih, Koordinator Aksi Demo, menerangkan, bahwa seluruh masyarakat yang terlibat sebenarnya di awal hanya dibayar sekitar Rp 400 ribu perkelompok. Padahal, setiap kelompok jumlah honornya berbeda-beda, ada yang satu kelompok mendapat 50 hingga 100an dos, kalau dikonversi ke rupiah, per dos dihargai Rp 42.500.

“Jadi setiap kelompok yang isinya empat orang itu, bisa ada yang dapat Rp 2 juta sampai Rp 4 juta per kelompok. Ini kan, kita baru diawal hanya Rp 400 ribu. Dulu katanya itu pinjaman dulu, nanti mau dibayar kalau uang sudah cair. Sampai kapan kami menunggu,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa proses pelipatan surat suara sudah dilakukan pada tanggal 5 – 12 Maret 2019. Namun hingga, Senin 1 April pihaknya belum mendapatkan informasi kejelasan pembayaran.

“Tadi kita ditemui Pak Toidin, katanya mau cair besok (Selasa 2 April 2019, red). Disuruh bawa foto copy KTP ke Gudang pelipatan. Mudah-mudahan ini cair sungguh,” harapnya.

Toidin, salah satu staf KPU yang menemui para pendemo, dikonfirmasi melalui pesan whatsaap, menerangkan bahwa dirinya tidak boleh memberikan keterangan. Karena yang berhak memberikan informasi yakni adalah komisioner.

Sementara itu, Komisioner KPU Divisi Logistik, Hairul Anam, dikonfirmasi melalui sambungan telponnya maupun melalui pesan singkat whatsaap belum memberikan keterangan sampai saaat ini.

KPU Bondowoso melibatkan masyarakat dalam menyortir dan melipat surat suara Pemilu 2019. Aktivitas penyortiran dan pelipatan dilakukan sejak 5 Maret 2019 di Gudang KPU Bondowoso, atau di depan SMP Negeri 5 Bondowoso.

Yuyun Kristanti, Warga Desa Kembang, yang mengaku sangat senang terpilih ikut melipat surat suara. Alasannya, dalam melipat surat suara ini, dirinya dibayar tidak sedikit. Yakni untuk setiap lembar surat suara dihargai sekitar Rp 85.
Ia menceritakan peserta yang melipat surat suara dibagi dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompoknya terdiri dari empat orang.

Adapun, jumlah surat suara yang dilipat itu setiap dosnya terdiri dari 500 lembar surat suara. Kecuali, surat suara Pilpres setiap satu dosnya mencapai 2.000 lembar.

“Sehari kelompok saya bisa melipat enam sampai delapan dos. Ada kelompok lain yang sampai 10 dos. Kan ini rejeki. Alhamdulillah, daripada cuma di rumah, kan enak kerja begini dan ketemu teman-teman baru juga,” pungkasnya.

Reporter : Ifa

Editor : Choiri

banner 468x60)
Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply