Senin, Januari 25, 2021
Beranda KEBIJAKAN PUPR Trenggalek Luruskan Fakta Kerusakan Jalan Ngampon - Bendo Senilai Rp. 12,7...

PUPR Trenggalek Luruskan Fakta Kerusakan Jalan Ngampon – Bendo Senilai Rp. 12,7 M

REPORTERRudi Sukamto

KABAR RAKYAT – Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Trenggalek melaksanakan release terkait kerusakan jalan Ngampon – Bendo di kantornya, Senin (11/1).

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek Ramelan menyampaikan bahwa Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Ngampon-Bendo itu dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bersumber APBD Trenggalek Tahun 2020 dengan nilai Rp. 12,7 miliar dan selesai pekerjaan pada Desember 2020.

Disampaikan Ramelan, bahwa saat ini kondisi jalan senilai Rp. 12,7 miliar di Ngampon Bendo ada yang rusak terkelupas aspalnya. Ditegaskan oleh Kepala Dinas PUPR Ramelan pihaknya tidak sependapat dengan kabar dari media sosial yang akhir ini menulis Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Ngampon-Bendo disebut ‘Proyek Gagal Bangunan’.

“Definisi gagal bangunan kalau berdasar Undang Undang Jasa Kontruksi maupun Peratuan Pemerintah turunan dari undang-undang tersebut, bahwa yang boleh menyatakan ‘Proyek Gagal Bangun’ adalah Tim Penilai Ahli,” kata Ramelan.

Kendati demikian, Dinas PUPR tidak permasalahkan jika ada pihak yang menyampaikan dan menyebut jika proyek tersebut gagal proyek. “Kalau orang berpendapat itu bebas dan sah-sah saja,” kata Ramelan.

Jelas Ramelan, secara fakta jalur tersebut masih bisa digunakan, setelah proyek pemeliharaan berkala Jalan Ngampon-Bendo dinyatakan selesai, memang terjadi kerusakan di beberapa titik.

“Namun usai dilakukan penghitungan di lapangan, bahwa kerusakan jalan itu tidak lebih dari satu persen dari nilai volume fisik yang dikerjakan rekanan kontraktor. Penyebab kerusakan jalan adanya lalu lalang kendaraan truk muatan AMP, truk muatan tambang, dan truk muatan bahan bangunan. Juga disebabkan oleh kondisi struktur tanah yang berbeda pada beberapa titik yang rusak,” jelas Ramelan.

Meski demikian, dirinya tidak ingin menuduh secara langsung yang menjadi penyebab rusaknya Jalur Ngampon-Bendo sesudah dinyatakan selesai disebabkan oleh adanya kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut.

“Namun, Jalur Ngampon-Bendo seharusnya hanya bisa dilewati oleh kendaraan yang memiliki MST (Muatan Sumbu Terberat) tidak lebih dari 10 ton,” tukasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca