Sunday, November 1, 2020
Home JATIM BANYUWANGI Putus Mata Rantai Covid-19 Aktifitas Pesantren Dihentikan

Putus Mata Rantai Covid-19 Aktifitas Pesantren Dihentikan

- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di klaster salah satu pesantren, seluruh aktivitas pondok pesantren dihentikan dan dilakukan karantina massal. Akses jalan menuju pondok pesantren ditutup dan tidak boleh ada yang keluar-masuk.

“Selama karantina di lingkungan pondok, tidak boleh ada yang keluar masuk kecuali petugas kesehatan dan logistik,” kata Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto, saat meninjau dapur umum bareng Bupati Azwar Anas, Minggu (30/8/2020).

Selama karantina, kawasan karantina dijaga 1 SSK tim gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP Pemkab Banyuwangi. Eko mengatakan untuk kebutuhan pondok pesantren, disediakan dapur umum.

Baca: Tim Gugus Pencegahan COVID-19 Gabungan Bersama Pengurus Pesantren Sepakat Sekenario Karantina

“Untuk kebutuhan makan santri ada dapur umum. Bahan makanannya dari Pemkab Banyuwangi, dan dimasak oleh petugas dari Tagana, dan BPBD Banyuwangi,” kata Letkol Eko.

Setiap harinya, dapur umum ini memasak 18 ribu kotak makanan yang didistribusikan untuk penghuni pondok pesantren. Selain Tagana, warga setempat juga dilibatkan untuk membantu menyiapkan makanan.

Dandim menambahkan, untuk menu dan penyajian makanan telah sesuai standart operasional procedure (SOP) kesehatan pencegan Covid-19.

Baca: Kasus Terpapar COVID-19 Banyuwangi Tambah 346, Tim Kemenkes dan Gugus Tugas Gerak Cepat

“Dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini,” tambah dia.

Kasubdit Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kementerian Kesehatan, dr. Benget Saragih, mengatakan selama karantina seluruh aktvitas pondok dihentikan sementara.

Benget mengatakan penghuni pondok selama ini kooperatif. “Selama kita di sini, para santri nurut arahan kami,” kata Benget.

Benget menjelaskan selama proses karantina, penghuni harus tetap berada di dalam kamar. Mereka dipisah-pisah dan tetap menjalankan protokol kesehatan. Seperti harus selalu pakai masker, jaga jarak, dan menjaga kebersihan.

Baca: Ketua Umum SMSI : Bantu Pemerintah Sajikan Berita Mengedukasi Informatif dan Memotifasi

Hari ini juga dilakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh santri. Hasilnya digunakan untuk pemilahan sesuai status kesehatan masing-masing.

“Akan ada klastering santri untuk pemilahan. Ini semua untuk memutus mata rantai penyebaran virus,” tambah Benget.

Sementara itu, per hari ini, kasus konfirmasi covida19 di Banyuwangi bertambah 84, sehingga total kasus positif menjadi 771 kasus.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca