Ranting PSHT se Banyuwangi Sosialiasi 7 Poin Rekonsiliasi

  • Whatsapp
Puluhan ranting dan warga berkumpul di Padepokan PSHT Banyuwangi
Puluhan pengurus ranting dan warga PSHT berkumpul di Padepokan, Kamis (15/8/2019) malam. Ft. Jaenudin / Kabar Rakyat ID

KabarRakyat.ID – Puluhan orang pengurus ranting dan warga PSHT se Banyuwangi, sepakat sosialisasi ke pengurus dan warga serta siswa PSHT, hasil rekonsiliasi damai dengan masyarakat Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, sore kemarin, Kamis (15/8/2019).

Cipta damai Itu, disampaikan Ketua Cabang PSHT Banyuwangi, Sudarko, di Padepokan PSHT di Dusun Trembelang Desa Cluring Kecamatan Cluring, Kamis (15/8/2019) malam pukul 21.00 WIB hingga selesai.

Read More

“Kami ingin semua warga PSHT seluruhnya, untuk tidak bergerak atas nama pribadi. Kita harus menyampaikan 7 point hasil rekonsiliasi yang menyertakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, Camat Bangorejo, Kepala Desa Sukorejo dan Kepolisian,” kata Sudarko menegaskan pada seluruh pengurus ranting yang hadir di Padepokan PSHT.

Berita Terkait:

Dalam kesempatan itu, Ketua Cabang PSHT Banyuwangi, Sudarko didampingi jajaran pengurus dan kuasa hukum PSHT Fendi Aditya, SH. Membacakan poin penting rekonsiliasi perdamaian yang telah ditandatangani bersama-sama.

Bahwa, kata Sudarko, segala sesuatu hal yang ditempuh oleh pengurus Cabang merupakan untuk kejayaan PSHT. Terlebih, sebentar lagi akan memasuki bulan suro. Yang mana bulan suro adalah bulan yang sakral untuk PSHT.

“Oleh karena itu, saya memohon dengan kerendahan hati. Memohon untuk mensupport kesepakatan yang telah dibuat dalam rangka rekonsiliasi tersebut,” pintanya.

“Saya berharap, untuk mengesampingkan ego masing-masing, untuk kedamaian dan kejayaan PSHT di Banyuwangi,” ungkapnya.

Dalam hal ini, jelasnya, PCNU Banyuwangi turut membantu menjadi mediator dalam terlaksananya rekonsiliasi tersebut.

“Mengingat dan menghimbau kepada seluruh warga PSHT untuk menjaga nama baik organisasi PSHT. Dan kejadian yang kemarin terjadi tidak perlu dibesar-besarkan karena permasalahan tersebut telah ditemukan titik temu,” paparnya.


Berikut 7 Poin Kesepakatan Damai


  • Kedua belah pihak sepakat memberi judul perjanjian Banyuwangi Rukun Indonesia Damai.
  • Kedua belah pihak sepakat saling meminta maaf dan saling memaafkan atas insiden kekerasan dan atau pengerusakan yang diduga dilakukan oleh anggota PSHT Banyuwangi dgn warga Ds. Sukorejo.
  • Kedua belah pihak sepakat demi asas kemanfaatan hukum, untuk tidak saling melaporkan atau mengadukan atau menuntut secara hukum baik pidana ataupun perdata dan mencabut laporan atau pengaduan yang sudah masuk di Kepolisian.
  • Kedua belah pihak sepakat untuk membina dan atau mengkondisikan anggota dan atau warga masing – masing untuk menahan diri dari tindakan yg dpt memancing keributan antara kedua belah pihak, misalnya konvoi yg tdk tertib, kekerasan dan atau pengerusakan dan atau tindakan melanggar hukum lainnya.
  • Kedua belah pihak sepakat secara gotong royong membantu korban atas kerugian yang dialami akibat insiden kekerasan dan atau pengerusakan dalam waktu dan tempo yang sesingkat singkatnya.
  • Kedua belah pihak sepakat untuk saling menahan diri dalam memberikan stetment atau pernyataan di media sosial dan atau media lainnya yang dapat memicu kesalahpahaman.
  • Kedua belah pihak sepakat apabila ada perselisihan dikemudian hari maka akan diselesaikan secara musyawarah mufakat.

Reporter: Jaenudin

Editor: Choiri



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *